Saturday, May 16, 2009

Just Info:


Makalah, Seminar & Bedah Buku
"ALLAH DALAM ALKITAB DAN AL QURAN"
Hari Minggu 24 Mei 2009, di UNIVERSITAS BRAWIJAYA Malang
Pk. 08.00 - 15.00


MENGAPA KRISTEN – ISLAM LAYAK UNTUK BERSAHABAT?
Kajian [pemikiran] perspektif ‘Agama secara Hakikat’ (bukan perspektif Agama Institusi / Agama Organisasi / Agama label [merek agama])
Oleh Frans Donald – 08179719991, fransdonald@ymail.com

Makna Sejati “Kristen” (sebagai kata benda) makna sejatinya adalah pengikut Kristus atau murid Yesus (“..di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen”- Kisah 11:26). Menurut KBBI: Kris•ten n agama yg disampaikan oleh Kristus (Nabi Isa).Yang dimaksud dengan Kristus di Alkitab adalah Yesus atau dalam bahasa Arab disebut Isa Almasih.
“Islam”, sebagai kata benda, menurut KBBI: Is•lam n agama yg diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. berpedoman pd kitab suci Alquran yg diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah Swt. “Islam” (sebagai kata sifat) makna sejatinya adalah sikap pasrah atau berserah pada Allah (Hadits Shaheh Muslim jilid 1 ayat 9).
Sebagai kata sifat. makna ‘islam’ sejatinya adalah “berserah”, maka ‘pengikut Yesus yang sejati’ tentu juga pasrah (berserah) pada Allah, oleh karena itu dalam Al Quran (Surat Al Maidah /5:111, Ali Imran/3:52) tegas menyebutkan bahwa para pengikut atau sahabat-sahabatnya Isa (murid-murid Yesus) -yang disebut juga sebagai kaum hawariyin- mereka disebut sebagai muslim (orang-orang islam).
Hal yang perlu diingat dan dipahami betul bahwa, makna sejati dari “Kristen” dan “islam” bukanlah menunjuk pada suatu ‘agama institusi’ atau ‘agama organisasi’ seperti yang kini populer dan telah berkembang luas! Makna kata “Islam” di dalam Al Quran mengandung arti orang yang berserah diri kepada Allah dan bukan menunjuk kepada agama (label, institusi, organisasi), buktinya Ibrahim, Musa, Isa (Yesus) dan pengikutnya disebut sebagai orang Islam.
Peng-institusi-an agama [formalisme agama] (syari’at) -yang biasanya kaku dan fanatik- telah mengakibatkan pendangkalan terhadap substansi (hakikat sejati) makna “Kristen” dan “Islam”, hal inilah rupanya biangkerok yang melahirkan kesalahpahaman antara kaum Muslim dan Kristen.

Satu Allah
Orang islam (orang-orang yang taat dan pasrah) dan orang Kristen (pengikut Yesus) memiliki satu Allah. Benarkah demikian? Kesaksian Alkitab Kristen mengatakan demikian: “Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?” (Maleakhi 2:10). Ayat yang lain dalam Alkitab juga menyebutkan: “Adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga Allah bangsa-bangsa lain?” (Roma 3:29); “Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita” (Kisah Rasul 3:13). Sementara, kesaksian Al Quran menyatakan juga hal yang senada dengan itu; “Katakanlah (Muhammad) kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim (Abraham), Ismail, Ishak, dan Yakub (Israel), dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa (Yesus) dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri (ber-islam)” (Ali Imran / 3:84).

Satu Agama Pengikut Yesus (Isa) dan pengikut Muhammad sungguh sangat layak untuk senantiasa bersahabat dan bergandengan tangan. Mengapa? Sebab sejatinya mereka –yaitu islam sejati dan kristen sejati- sesungguhnya bukanlah orang-orang yang berbeda agama. Agama mereka adalah agama yang satu alias tunggal! Mari kita simak kesaksian dalam ayat-ayat berikut yang menyatakan bahwa agamanya Yesus, agamanya Muhammad, dan agamanya para nabi semua adalah satu / sama: “Sesungguhnya inilah agamamu, agama yang satu , dan Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku” (QS. Al Ambiya /21: 92); Rasulullah berkata: “..Aku lebih berhak atas Isa putera Maryam di dunia dan di akhirat. Para nabi adalah satu ayah dari ibu yang berbeda [maksudnya satu keturunan] dan agama mereka adalah satu.” (Hadits Bukhari 1501).

 Pertanyaan sederhana, tetapi penting:
Jika Yesus dan Muhammad adalah satu agama dan memiliki satu Allah, maka layakkah orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus dan pengikut Muhammad bertikai soal agama? Tidakkah justru semestinya Kristen (sejati) dan islam (sejati) wajib dan pasti bersahabat? Hal ini perlu diperbincangkan (didiskusikan)!

Salam …

10 comments:

Yahshua said...

Pemikiran yang kerennnn....
teruslah berjuang, Frans Donald ...!

Salam.

DEDE WIJAYA said...

TANGGAPAN terhadap buku

“ALLAH DALAM ALKITAB DAN AL-QURAN”

(Frans Donald)
di http://www.members.tripod.com/bsrm-indo/p_fransd.htm

DEDE WIJAYA said...

Tentang UNITARIAN (Bidat KRISTEN TAUHID) baca di http://www.members.tripod.com/bsrm-indo/p_unitar.htm

Anti Unitarian said...

Hanya satu kata buat Frans yaitu SELILIT....

zack@u said...
This comment has been removed by the author.
zack@u said...

frans tried to think out of the box. in fact, he is trapping his thoughts in an ice cube..
come on frans.. u can write sth more useful than these craps..
God Bless..

budi kasmanto said...

Membaca "Allah dalam Alkitab dan Al-Quran" saya mendapati bahwa metode penafsiran yang dilakukan Franz Donald tidak sesuai dengan prinsip “Alkitab menafsirkan Alkitab.” Ia tidak mencari kebenaran ke dalam Alkitab, tetapi memilih ayat-ayat Alkitab untuk mendukung pemahaman atau keyakinan yang telah dimilikinya. Jika ia mau konsisten dengan prinsip penafsiran yang disebutnya di atas, ia akan mencari kebenaran tentang Yesus Kristus dengan menelusuri ayat-ayat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pasti ia akan memperoleh pemahaman yang lain tentang Kristus. Tetapi itu tidak dilakukannya.
Satu hal lagi tentang ketidakkonsistenan Franz Donald yang tidak disadarinya. Ia mengaku ingin terhindar dari kerangkeng intelektual atau dogma-doktrin para sarjana atau doktor-doktor teologi dan bukan pula berdasar filsafat-filsafat manusia, tetapi pemikirannya diakui atau tidak, sebenarnya mengikuti alur doktrin atau ajaran tertentu. Entah jalur mana yang diikutinya, tetapi bidat yang mengajarkan Yesus seorang malaikat telah muncul sejak gereja abad pertama.
Mengenai fakta, Pdt. Nugroho memuji Franz Donald yang dengan gamblang mengungkapkan fakta sejarah konflik agama Kristen dan Islam, tetapi Pdt. Nugroho tidak melihat bahwa Franz Donald tidak menaruh perhatian akan adanya fakta, yaitu ayat-ayat Alkitab lain, yang dapat menjelaskan sosok Yesus Kristus.
(Baca lebih lanjut "Yesus Allah Yahweh" di blog budikasmanto@wordpress.com)

Atsuko Maeda said...

Betul Pak Frans, Kristen dan Islam seharusnya bersaudara, silakan Bapak baca: Sikap KupasKristen.com Terhadap Ajaran Kristen.

Situs ini tidak menyerang iman Kristen yang benar, Kristen Tauhid, tapi menyerang ajaran Kristen yang membangkang Taurat dan Injil (Trinitas).

Atsuko Maeda said...

Pak Dede Wijaya...
dalam tanggapan pendeta Budi Asali, MDiv. yang Anda share itu, terdapat kalimat ini:
"Orang-orang itu tidak salah dalam menuduh Frans Donald sebagai orang sesat / bidat, bahkan benar 100 %, dan karena itu tuduhan itu bukanlah suatu fitnahan."
Bagaimana mungkin orang-orang yang menyekutukan Allah yang Esa dengan Yesus dan Roh Kudus sebagai Tritunggal dianggap tidak salah dan benar 100%?
Silakan baca Alkitab Anda, dan berikan dalil tritunggal yang jelas, bukan hanya berdasar asumsi manusia, karena Allah tak mungkin membingungkan umatnya dengan hukum yang samar-samar.
Allah tak pernah mengatakan "Yesus" sebagai salahsatu komponen diriNya, melainkan "firman".
Silakan kunjungi KupasKristen.com. Terima kasih.

Atsuko Maeda said...

Pak Dede Wijaya,
link yang Anda share ini berisi argumen yang aneh sekali dari pak pendeta Anda.

Lihat poin "f":

"Jadi, mestinya dalam ay 8 ini yang berbicara adalah Yesus. Tetapi mereka menafsirkan bahwa dalam ayat ini yang berbicara adalah Bapa."

Tanggapan saya:
Wajar bila Pak Frans Donald menafsirkan yang bicara adalah Bapa bukan Yesus karena Yesus dan Bapa adalah 2 hal yang berbeda.

Namun jika Pendeta Anda mengatakan sesuai yang saya kutip itu, secara tidak langsung pendeta Anda juga menentang trinitas, karena ia mengatakan yang berbicara Yesus, bukan Bapa.
Artinya: Yesus bukan Bapa. Karena Yesus yang bicara sementara Bapa tidak bicara.
Keduanya adalah pribadi yang terpisah. Yesus bukan Bapa. Jadi bagaimana mungkin ada Tritunggal kalau Yesus saja bukan Bapa? Benar kan??? Tolong sampaikan pertanyaan saya kepada pendeta Anda: "Anda masih sehat kan pak Pendeta???"