Tuesday, July 22, 2008

Surat terbuka untuk Stephen Tong.

DOKTRIN TRINITAS (ALLAH TRITUNGGAL) AJARAN STEPHEN TONG, BUKAN AJARAN ALKITAB!
(Frans Donald [Unitarian] menjawab fitnah Stephen Tong)


Dalam bukunya yang telah beredar sejak tahun 1990, berjudul “Allah Tritunggal”, Stephen Tong, Pendeta Gereja Reformed Injili Indonesia, menegaskan bahwa Unitarian (di samping Saksi Yehova, Mormon, dan teologi Liberal) adalah ajaran sesat (halaman 72, Stephen Tong, Allah Tritunggal, cetakan ke-9, 2006).
Sebagai seorang Unitarian, tentu saja saya berhak menanggapi tuduhan Stephen Tong tersebut. Tong menganggap Unitarian sesat karena Unitarian tidak beriman pada doktrin Tritunggal (Trinitas). Nah, melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan bahwa tuduhan Tong terhadap kami (Unitarian) adalah tuduhan yang ternyata hanyalah tuduhan yang didasarkan pada teorinya sendiri. Argumen Tong hanya ide atau pikirannya sendiri, sama sekali tidak Alkitabiah! Bahkan di Pendahuluan bukunya, Tong sendiri mengakui bahwa:

Istilah Tritunggal belum pernah muncul di Perjanjian Lama. Istilah ini juga belum pernah muncul di Perjanjian Baru. Jadi istilah ini tidak pernah muncul di seluruh Alkitab. (Hal. 1 buku Allah Tritunggal, karya Stephen Tong, 2006)

Namun, di halaman Prakata bukunya, Tong menegaskan pula bahwa:

Salah satu keunikan Kekristenan adalah kepercayaan terhadap Allah Tritunggal, yang tidak ada pada agama-agama lain. Doktrin yang begitu jelas diajarkan dalam Alkitab ini selalu menjadi kesulitan yang besar bagi orang Kristen maupun orang bukan Kristen. Memang secara terminology istilah ini tidak muncul dalam Alkitab. Namun seluruh Alkitab mengandung ajaran yang penting ini. (Tong, 2006).

Pendapat-pendapat Stephen Tong tersebut sangat ambigu (berstandar ganda). Di satu muka Tong ingin tampak jujur mengakui bahwa istilah Tritunggal itu tidak Alkitabiah, tapi di mukanya yang lain Tong menegaskan bahwa ajaran (doktrin) Tritunggal terkandung di seluruh Alkitab. Istilah Tritunggal jelas tidak Alkitabiah tapi Tritunggal terkandung di Alkitab, kira-kira begitu menurut Tong. Di sini Tong tampak seolah bermuka dua dalam upaya membela doktrin Tritunggal versinya.
Juga pernyataan Tong bahwa “Tritunggal tidak ada pada agama-agama lain” ini jelas adalah sebuah pernyataan yang mengada-ada untuk menyangkal kenyataan yang ada, terbukti di berbagai agama pagan di dunia, adanya dewa-dewa Tritunggal telah banyak dikenal dalam berbagai budaya kafir. Misal:
Di Mesir: Tritunggal Horus-Osiris-Isis berkembang abad 2 SM;
Di Babel: Tritunggal Istar-Sin-Samas, abad ke-2 SM;
Di Palmyra: Tritunggal Allah Bulan-Allah Langit-Allah Matahari, abad 1 M

Dalam buku yang hanya berisi teori-teorinya sendiri itu (tidak Alkitabiah tapi diracik-racik agar terkesan seolah Alkitabiah!), Tong menuliskan juga:

… tidak mungkin Tritunggal dimengerti seluruhnya oleh rasio manusia. … Memang, doktrin Tritunggal adalah doktrin yang paling sulit dimengerti, paling sulit dijelaskan, paling sulit diterima dan sulit dipercaya, diungkapkan dengan kata-kata atau istilah-istilah manusia (hal. 9, Tong, 2006).

Nah, jika Stephen Tong sendiri mengakui bahwa Istilah Tritunggal tidak Alkitabiah, doktrin Tritunggal membingungkan, Tritunggal adalah doktrin yang paling sulit diterima dan sulit dipercaya, tapi sayang sekali mengapa kemudian Tong dengan berani sesumbar mengklaim bahwa Unitarian (dan golongan lain yang tidak percaya Tritunggal, Saksi Yehova, Mormon, Kristen Liberal, dllnya.) adalah sesat!? Menurut saya, tuduhan “sesat” yang dilontarkan Tong terhadap Unitarian adalah black campaign (kampaye hitam) dan fitnah belaka untuk mempropagandakan ajaran organisasinya yang merasa paling benar sendiri!

Tetapi, soal dianggap sebagai “Penyesat”, saya sebagai pengikut Yesus dan saudaranya Yesus, saya justru tersanjung jika ada orang yang menuduh saya sebagai “penyesat”, karena Yesus sendiri juga pernah dianggap sebagai “PENYESAT” oleh tokoh-tokoh agama di zamannya (baca: Matius 27: 62-63). Jadi, gelar “penyesat” yang kerap saya terima justru makin mengukuhkan bahwa saya memang benar-benar adiknya (saudara mudanya) Yesus. Yesus pernah dicap sebagai “PENYESAT” oleh tokoh-tokoh agama (teolog-teolog) di zamannya, maka wajar saja jika saya juga dicap sebagai “PENYESAT” oleh pendeta-pendeta di zaman yang penuh kemunafikan dan tipuan agama ini.



Stephen Tong bukan Kristen!
Kristen = Pengikut Kristus. Ukuran “Kristen” atau “bukan Kristen” standar ukurannya jelas adalah Alkitab dan kata-kata Yesus. Jika seseorang berani mengaku Kristen namun ajarannya tidak didasarkan dari Alkitab / kata-kata Yesus, maka hakikatnya orang tersebut adalah Kristen Palsu (Pengikut Yesus Palsu). Jika Yesus dan para rasul tidak pernah mengajarkan Tritunggal, kemudian ada seseorang yang mengaku pengikut Yesus dan pengikut para rasul tapi kemudian gencar mengajarkan Tritunggal (ajaran baru tidak pernah diajarkan oleh Yesus!), maka ajaran orang tersebut telah menyimpang dari ajaran Yesus / para rasul. Yesus dan para nabi serta rasul tidak pernah mengajarkan Tritunggal, sementara Stephen Tong berkeras mengajarkan Tritunggal yang tidak Alkitabiah. Artinya jelas Stephen Tong bukan pengikut Yesus / para nabi / para rasul! Tong hanyalah pengikut filsafat-filsafat (teori)-nya sendiri! Tong bukan Kristen sejati, maka jika Tong berani mengklaim Unitarian (Kristen Liberal, Mormon, Saksi Yehova, dan agama lain yang tidak percaya Tritunggal termasuk Islam) sebagai “sesat”, hal itu hanyalah seperti “maling yang teriak maling”.

Jadi siapa yang sesat sebenarnya? Agar tidak terjadi fitnah yang berkembang tanpa dasar yang jelas dalam masyarakat, saya sangat berharap Stephen Tong bersedia “dialog/debat terbuka” dengan Unitarian (Saya&Tim) untuk membuktikan tuduhannya di muka umum. Ayo Stephen Tong, jangan cuma jadi tong kosong yang berbunyi nyaring di komunitas gereja anda saja, kalau anda merasa benar dan tidak fitnah, bicaralah di depan wartawan-wartawan, di depan orang-orang Islam, di depan kami (Unitarian), di depan umum! Silahkan saja jika Tong mengklaim kami (Unitarian) sesat, dan sebaliknya kami (Saya & Tim Unitarian) akan buktikan bahwa ajaran Tritunggal Stephen Tong bukan ajaran Kristen, bukan ajaran Yesus, bukan ajaran Alkitab, melainkan ajaran Iblis yang menyamar sebagai malaikat terang!

“Ketahuilah sahabatku, bahwa Tritunggal dilahirkan lewat tiga ratus tahun setelah diberikannya Injil purba; ia (doktrin Tritunggal) dikandung dalam ketidakpahaman, dimunculkan dan dipertahankan oleh kekejaman”- Anthony Buzzard dalam bukunya: The Doctrine of the Trinity.
Encyclopedia Americana mengatakan bahwa doktrin Tritunggal bukan ajaran Kristen! :
“Kekristenan berasal dari Yudaisme, dan Yudaisme adalah Unitarian ketat. Jalan yang membimbing dari Yerusalem ke [konsili] Nicea samasekali tidak lurus. Trinitarianisme abad ke-4 tidak mencerminkan secara akurat ajaran Kristen purba mengenai kodrat Allah; sebaliknya [Trinitas] adalah penyimpangan dari ajaran [Kristen purba] itu. …”- Encyclopedia Americana.
“Asal usul Tritunggal (Trinitas) sepenuhnya kafir”- The Paganism in Our Christianity.

44 comments:

DEDE WIJAYA said...

Frans, kamu sudah berdebat dengan Budi Asali, M.Div, orang Reformed dan juga murid Stephen Tong secara tidak langsung dan sudah KO telak, kok beraninya mo lawan Stephen Tong ajak debat. tidak salah?

mengenai Asal-usul Sejarah Alkitab baca seri Doktrin Alkitab Alkitabiah di
www.dedewijaya.co.cc

Mau Uang & Makanan said...

KO telak di sini apa definisinya ?
Kriteria apa yang dipakai ?
Dari sudut pandang apa ?

Mau Uang & Makanan said...

dede wijaya adalah pengikut JESUS yang mesuk golongan Otak Kodok Ati Kebo, yaitu yang suka mempertajam "pengkotakkan", yang suka berpedoman bahwa jalan ke Sorga itu harus termasuk anggota gereja A, B, Z dst, dan juga yang 3nitarian, 4nitarian, dan yang suka dengan "kembali ke alkitab" tapi... ketika benar2 kembali eh... mulai mlintir2 pakai ajaran-ajaran manusia. Iblis juga bisa bilang... mari damai, lakukan kasih, hafalkan Alkitab. Iblis justru ciamik banget.

Mau Uang & Makanan said...

Itu si Ginta... mulai ngerayu Frans untuk dimanfaatkan bagi kepentingan ORGANISASINYA, kalo udah puas & nggak kepake lagi, ya dibantai. Eh... Ginta itu termasuk Otak Kodok Ati Kebo ! Dan ada yang bangga didekatin ama dia. Biar ikut TERKENAL gitu.

Juventini said...

Kenapa jadi ribut begini sih? semuanya udah kemakan rayuan dan tergoda setan untuk memecah belah pengikut Jesus.
jangan saling menjelekkan, saling instropeksi,keep Cool head, clean hand, warm heart.
Jesus with u all.

Juventini said...

Kenapa jadi ribut begini sih? semuanya udah kemakan rayuan dan tergoda setan untuk memecah belah pengikut Jesus.
jangan saling menjelekkan, saling instropeksi,keep Cool head, clean hand, warm heart.
Jesus with u all.

Mau Uang & Makanan said...

Banyak anjing2 raja Constantine menyusup di gereja kristen. Ketika kami bantai habis habisan, mereka kabur terbirit-birit. "Anjing2 itu" hebat di otak aja, rohNya kosong mlompong ! Apa gunanya 3nitas (wah...paling benar tepat) tapi pelaksanaannya mlenceng semua,yo jelas itu Raja Dusta ! Itu Juventini dipakai iblis mau memutarbalik. Memang iblis paling suka putar balik suruh kami introspeksi, tapi itu tipuan kuno ! Setiap manusia berotoritas dariNya jelas punya kuasaNya dan DiA tahu bahwa kami ini lemah secara manusia (dimensi materi). "Anjing2 itu" juga suka "cuci tangan" tapi hatinya ndak tercuci !

jaws said...

Stephen Tong jelas tak akan mau melayani orang bodoh yang jumawa. Membaca bukunya aja anda salah mengerti dan ditafsirkan seenak udel sendiri masih mau ajak debat. Bunuh nyamuk kan hanya perlu pake satu tepokan aja ngapain pake baygon se drum. Kalo mau cari sensasi gak perlu pake cara kampungan. Debat denga Budi Asali aja keok masih berkoar kemana mana. Mestnya malu tuh, apalagi waktu debat anda Donald mirip kethek ditulup alias bisu bin gagu. Kalo mau cari makan cari cara yang paling elegan jangan dengan sensasi murahan kayak gini, bikin nek. Lebih baik bawa gitar ngamen ke rumah rumah lebih terhormat. Kelihatannya harapan anda bertepuk sebelah tangan.

JALAN PASAR said...

Frans itu diam karena tau bahwa pembohong yang tidak mau jujur ya tetap aja pembohong.

Semua jelas sekali di alkitab, tapi anjing2 Constantine ya tetap anjingnya manusia.

Lighting said...

Ada-ada saja alasan yg dikemukakan oleh penyesat yg udah KO.
Udah sesat, masih tegar tengkuk lagi.
Belum lagi lolongan anjing yg diperdengarkan di sepanjang jalan pasar...bikin suasana 'pasar dunia' yang jorok makin gaduh.

Lighting said...

Yang gue dengar dari mau uang koq mirip dengan suara iblis ya?
Apa ada korelasi diantara keduanya?
Mungkin.

Mau Uang & Makanan said...

Sesatnya dimana ? Sesat menurut siapa ? Sesat menurut Yesus itu yang gimana ? Menurut Constantine & anjing2nya gimana ?

king said...

Mau tahu tentang Kristus dalam pandangan Stephen Tong yang diklaimnya merupakan inti sari Alkitab yang ditolak Frans Donald dkk ? klik aja di www.jakarta2008.com

DEDE WIJAYA said...

Senin, 25 Aug 2008, | 117
Dari Perdebatan Unitarian VS Trinitarian di Surabaya
Tanggapan Terhadap Tulisan Frans Donald

Oleh :Esra Alfred Soru *)


Pada hari Senin dan Selasa (11-12 Agustus 2008) yang lalu harian Timex memuat tulisan dari Frans Donald dengan judul “Benarkah Yesus itu Tuhan?” Bagi pembaca setia Timex dari tahun-tahun kemarin pastilah pernah mendengar nama Frans Donald (selanjutnya saya sebut FD). Ia adalah seorang tokoh Unitarian (Kristen tetapi tidak percaya kepada doktrin Allah Tritunggal) yang bukunya (Allah Dalam Alkitab dan Alquran : Sesembahan yang Sama atau Berbeda) pernah saya tanggapi dan dimuat dalam opini Timex. Buku tersebut isinya tidak jauh beda dengan tulisan yang dikeluarkannya di Timex 11-12 Agustus kemarin yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah.

Akibat dari tanggapan saya atas bukunya, FD pun memberikan tanggapan balik yang sangat singkat dan tidak menjawab semua serangan saya atas bukunya. Dalam tulisan tanggapannya itu ia memang mengatakan bahwa tidak memberikan tanggapan lengkap karena ia berharap agar dapat segera “temu darat” (bertemu) dengan saya dalam sebuah perdebatan. Singkat cerita, akhirnya perdebatan pun diselenggarakan pada tanggal 8 Maret 2007 antara tim Unitarian (FD, Aryanto Nugroho, Beni, SI dan Oktino, SI) melawan tim Trinitarian (yang percaya kepada doktrin Tritunggal) yakni saya bersama dengan Pdt. Budi Asali, M. Div dari Surabaya. Perdebatan dengan tema “DOKTRIN TRINITAS : BENAR atau SALAH” tersebut yang dimoderatori oleh seorang Muslim Drs. H. Sahid HM, Mag juga dihadiri oleh umat Kristen Trinitarian (yang percaya kepada doktrin Tritunggal) maupun umat para pengikut Unitarian (yang tidak percaya Yesus adalah Allah) juga umat Islam. Perdebatan tersebut berlangsung dari jam 10 pagi hingga jam 3 sore.

Lalu bagaimana dengan hasil perdebatan tersebut? Memang ada banyak pihak mengatakan bahwa tim Trinitarian (saya dan Pdt. Budi Asali) memenangkan perdebatan tersebut tapi bagi kami perdebatan tersebut belum tuntas karena menyisakan banyak persoalan. Demikian juga yang dirasakan oleh pihak Unitarian. Akhirnya disepakati agar perdebatan tersebut dilanjutkan setiap akhir bulan. Dan karenanya sejak akhir Maret terus diadakan perdebatan antara tim Unitarian VS tim Trinitarian.

Perdebatan tersebut berlanjut hingga berakhir dengan menyerahnya FD, dkk pada pertemuan ke IX (24 Oktober 2007). Bagi pembaca sekalian yang ingin menyaksikan jalannya perdebatan tersebut dapat memesan VCD Perdebatan Trinitarian VS Unitarian (pertemuan 1-9) ke 081339488408. Juga silahkan lihat foto-foto perdebatan tersebut di website : www.pelangikasihministry.blogspot.com.

Satu hal yang menarik dalam perdebatan perdana (8 Maret 2007) adalah bahwa FD tampil sebagai orang bisu. Ia tak berbicara satu kata pun. Hanya senyum-senyum dan terus menulis. Hingga akhirnya ada interupsi yang datang dari seorang hadirin. “Kita hadir dalam perdebatan ini gara-gara Frans Donald tapi dari tadi kami lihat Frans Donald belum mengeluarkan satu kata pun. Tolong Pak Frans berbicara dulu!” Barulah setelah itu FD memberikan pendapatnya beberapa kalimat dan sampai akhir perdebatan sama sekali tetap membisu hingga membuat saya heran.

Mengapa waktu di Timex ia beralasan tidak mau menanggapi semua serangan saya dan ingin bertemu dalam debat terbuka tapi pada saat debat terbuka dilaksanakan ia hanya diam bagaikan patung? Ia hanya bersembunyi di balik ketiak kawan-kawannya.

Hal seperti itu bukan hanya terjadi pada debat perdana tapi juga dalam debat-debat selanjutnya. Dalam salah satu perdebatan di mana saya tidak hadir (debat ke 6), saya meminta kepada Pdt. Budi Asali agar menyampaikan dalam forum debat bahwa saya secara pribadi menantang FD dalam debat berikutnya. Maksud saya adalah bahwa dalam debat berikutnya, 1 jam pertama hanya khusus buat saya dan FD. Yang lain tidak boleh ikut ngomong.

Biarkan kami berdua saja! Tapi permintaan tersebut ditolak oleh pihak Unitarian dengan alasan bahwa FD tidak pandai bicara tetapi menulis. Aneh memang, waktu debat tertulis ia tidak menanggapi dengan alasan maunya debat langsung. Waktu debat secara langsung, alasannya hanya bisa menulis. Nampak sekali bahwa FD tidak lebih daripada seorang pengecut!!! Hal ini tambah meyakinkan saya karena beberapa hari yang lalu saya menelpon FD dan menantangnya untuk berdebat satu lawan satu di Kupang. Semula ia bersedia tapi meminta saya menanggung seluruh biaya transportasi, akomodasi, konsumsi, dll dari anggota timnya sebanyak 5 orang. Saya menolaknya dan bersedia menanggung keseluruhan biaya untuk 1 orang saja yakni FD tapi FD lalu menolak dengan alasan bahwa bagaimanapun teman-temannya harus ikut. Saya menawarkan lagi, saya menanggung biaya untuk anda, jika teman-teman anda ingin ikut, silahkan tanggung biaya sendiri. Lagi-lagi FD menolak dengan alasan bahwa ia biasa berdebat bersama rekan-rekannya. Saya pun menghentikan pembicaraan tersebut dan yakin bahwa FD sama sekali tidak punya nyali dalam perdebatan langsung satu lawan satu.

Setelah perdebatan-perdebatan itu berakhir dengan menyerahnya tim Unitarian, FD lalu menerbitkan 2 buku lagi dengan judul “Ternyata Yesus Malaikat” dan “Menjawab Doktrin Tritunggal”. Anehnya, argumentasi-argumentasi yang dia gunakan hampir seluruhnya sama dengan buku sebelumnya dan juga materi-materi yang mereka ajukan dalam perdebatan terbuka padahal semua argumentasi itu sudah dijawab dan dihancurleburkan. Sekarang FD menulis lagi di Timex dengan argumentasi yang sama, yang juga sudah dihancurkan dalam debat terbuka 9 kali.

Saya akan menanggapi argumentasi yang dikemukakan FD dalam opininya namun sebelumnya saya ingin mengutip tulisan dari Sdr. Sony Prayitno yang menceritakan tentang latar belakang munculnya perdebatan antara Unitarian (FD, dkk) VS Trinitarian (saya dan Pdt. Budi Asali) agar menjadi lebih jelas bagi pembaca tentang perdebatan terbuka tahun lalu. Berikut ini adalah tulisan dari Sdr. Sony Prayitno yang dikutip dari www.geocities.com/thisisrefrmed.

Suatu ketika di tahun 2006, Pdt. Esra dari Kupang, menerima buku dengan judul “Allah Dalam Alkitab & Alquran” – Sesembahan yang sama atau berbeda?” terbitan “Sadar Publications”, yang ditulis Frans Donald, seorang penganut Kristen Tauhid (Unitarian). Buku ini diberikan oleh seorang pimpinan TIMEX, sebuah koran yang beredar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah membaca buku tersebut, Pdt Esra merasa wajib memberikan tanggapan sebagai panggilan apologetik (Pembelaan Iman) karena buku tersebut berisi serangan-serangan secara langsung pada iman Kristen, di antaranya menyangkal Trinitas dan keilahian Yesus. Bagi Frans Donald, Yesus Kristus bukan Allah tetapi Tuhan, Yesus Kristus adalah ciptaan Allah yang pertama, Yesus adalah Malaikat dan penyangkalan terhadap doktrin Tritunggal. Doktrin dari Unitarian ini memang ada kemiripan dari ajaran Saksi Yehuwa, bahkan bapak moyangnya, yaitu Arius yang telah diputuskan oleh gereja sejak abad ke-4 sebagai bidat Kristen.

Kemudian terbitlah tulisan Pdt Esra yang dimuat di TIMEX, tanggal 13-17 November 2006 yang merupakan sanggahan terhadap buku karangan Frans Donald tersebut. Selanjutnya, terjadilah beberapa kali saling bertanggapan melalui tulisan di TIMEX antara Pdt Esra dan Frans Donald. Puncaknya, dari perdebatan melalui tulisan di TIMEX, Frans Donald mengajak untuk berdebat secara terbuka (temu darat) di Surabaya. Berikut tantangan Frans Donald secara tertulis di TIMEX : ‘Mengapa saya tidak mau menanggapi seluruhnya melalui tulisan ini….Saya sangat berharap di tahun 2007 ini saya dengan tim semoga bisa secepatnya berdialog dengan Esra Alfred Soru untuk adu argumen tentang Trinitas, disaksikan masyarakat umum Islam Kristen dan wartawan-wartawan,…” Harapan saya, secepatnya saya dan Esra dapat bertemu untuk dialog / debat terbuka khusus membahas siapakah Yesus dan doktrin trinitas.
Dari tulisan Frans Donald di atas, dia mengakui sendiri bahwa dia tidak mau menanggapi seluruhnya serangan balik Pdt Esra melalui tulisan di TIMEX karena ingin segera bertemu melalui perdebatan di Surabaya. Akhirnya terjadilah debat terbuka yang pertama kali antara Trinitarian VS Unitarian, di Surabaya tanggal 8 Maret 2007. Isi perdebatan antara Pdt. Esra dan Frans Donald di TIMEX kemudian ditranskrip ke dalam buku yang disusun oleh Pdt Esra.

Karena Pdt Esra sejak lama mengenal Pdt. Budi Asali dan tahu bahwa Pdt. Budi Asali sangat gigih dalam menghadapi bidat Saksi-Saksi Yehuwa yang ajarannya sangat mirip dengan Unitarianisme, maka Pdt Budi Asali pun termasuk sebagai tim Trinitarian. Berikut susunan tim : Tim Trinitarian: Pdt Budi Asali (Pendeta Reformed), Ev. Edy Purwani (GPMII), Pdt Esra Alfred Soru (Kupang, Nusa Tenggara Timur). Tim Kristen Tauhid / Unitarian: Aryanto Nugroho (Semarang), Benny (Surabaya), Frans Donald (Semarang), Oktino (Surabaya).

Perdebatan ini berlangsung selama kira-kira 4,5 jam, di mana yang hadir saat perdebatan pertama tersebut dihadiri oleh beragam peserta baik dari jemaat Kristen yang pro Tritunggal, Kristen Tauhid / Unitarian, kalangan muslim, dan penganut Saksi Yehuwa. Pada kenyataannya, sejarah dan waktu telah membuktikan, bahwa pada beberapa kali pertemuan antara Trinitarian VS Unitarian di Surabaya, Frans Donald hanya berdiam diri bagai patung, tanpa banyak komentar terhadap berbagai serangan yang diluncurkan oleh pihak Trinitarian. Frans Donald lebih bersikap berlindung di balik ketiak kawan-kawannya yang sesama Kristen Unitarian, sementara dia hanya diam saja. Entah apakah Frans Donald ini sedang mengalami gangguan gigi dan gusi yang kronis sehingga dia memilih untuk berdiam diri. Dengan demikian tulisan di TIMEX, Frans Donald tidak seluruhnya menanggapi serangan Pdt Esra, dan saat temu muka dengan muka melalui perdebatan di Surabaya, Frans Donald pun berdiam diri. Karena tidak puas terhadap perdebatan pertama ini, maka diputuskan bahwa perdebatan akan terus dilaksanakan pada setiap jumat terakhir setiap bulan.

Karena sikap Frans Donald yang bagai patung, pada pertemuan ke-6 tanggal 27 Juli 2007, Pdt Esra (yang disampaikan oleh Pdt Budi Asali), menantang debat pribadi antara Pdt. Esra dengan Frans Donald pada pertemuan berikutnya (ke-7). Namun kembali Frans Donald bersikap pengecut, kembali berlindung di balik ketiak kawan-kawannya sesama Unitarian dengan mengatakan bahwa Frans Donald hanya penulis dan tidak berfasih lidah.
Kritik terhadap Acara Perdebatan

Tanggapan dari sesama Kristen yang percaya kepada doktrin Tritunggal muncul beragam reaksi. Ada yang pro dan kontra. Sebenarnya sah-sah saja terhadap ketidaksetujuan acara ini, namun tidak bisa dipungkiri bahwa sisi positif dari perdebatan dengan Kristen Unitarian ini justru membawa berkat bagi jemaat, di mana jemaat yang selama ini hanya pasif mendengar pengajaran doktrin Kristen tentang Allah Tritunggal dan Keilahian Kristus, melalui perdebatan ini jemaat pun dilatih berpikir bagaimana cara menghadapi serangan-serangan Unitarian yang sebenarnya inti pengajaran Unitarian ini mirip dengan Saksi Yehuwa. Serangan-serangan Unitarian terhadap Tritunggal dan Keilahian Kristus cukup bagus dan ada di antaranya serangan terhadap ayat-ayat sukar yang terdapat di Alkitab.

Namun di sisi lain ada pula reaksi negatif yang menentang acara perdebatan ini. Suara-suara yang negatif ini mengatakan bahwa acara perdebatan ini kurang kerjaan, membuang-buang waktu. Terhadap reaksi negatif ini penulis mengingatkan bahwa adalah tugas dan tanggung jawab setiap orang Kristen untuk dapat mempertanggungjawabkan pengajarannya (bandingkan dengan 2 Timotius 4:2 dan 1 Petrus 3:15), yang dalam dunia teologi Kristen biasa disebut sebagai apologetika / pembelaan iman Kristen. Adalah tugas dan tanggung jawab setiap umat Kristen untuk bisa mempertanggungjawabkan pengajarannya ketika pengajaran yang diyakininya diserang atau dipertanyakan.

Pengajaran di sini bukan pengajaran subyektif yang bersumber dari diri sendiri, namun pengajaran yang bersumber dari Alkitab sebagai firman Allah. Misi pembelaan iman ini adalah misi pertama. Misi berikutnya adalah Misi Pekabaran Injil. Sebagaimana yang sudah dijelaskan di bagian atas, bahwa doktrin yang dibangun oleh kelompok Kristen Unitarian berakar dari pengajaran Arius yang telah ditetapkan sebagai bidat Kristen, maka tim Trinitarian terpanggil untuk memberitakan Injil yang benar, Kristologi yang benar, kepada orang-orang yang terlibat dalam Unitarian ini.

Terhadap reaksi negatif yang muncul, penulis menilai karena banyak gereja yang sudah meninggalkan pengajaran sebagai fondasi gereja, doktrin sudah dianggap tidak penting dan kemudian beralih ke penyembahan kepada Allah secara emosional. Maka tak heran, ketika gereja diserang oleh misalnya oleh buku Da Vinci Code karya Dan Brown, maka banyak gereja yang tutup mata, telinga dan hati terhadap serangan Dan Brown ini. Banyak gereja yang sibuk kepada diri sendiri, yang penting jangan sampai jemaatnya pindah gereja.

Yang penting hubungan pribadi dengan Yesus, masalah apakah pengajaran benar atau tidak bukan point. Sungguh memprihatinkan... Adanya orang-orang Kristen yang melakukan pembelaan iman Kristen dan pekabaran Injil yang benar justru di-sinis-i, sedangkan terhadap serangan-serangan yang menyerang iman kekristenan yang benar justru didiamkan saja, menutup mata, telinga dan hati.

Mengingat tidak semua jemaat Kristen di Kupang dapat hadir di setiap acara perdebatan dan juga agar acara perdebatan ini bisa diikuti oleh lebih banyak lagi orang Kristen, di mana agar jemaat bisa belajar terhadap Firman Allah yang berhubungan tentang Tritunggal dan Keilahian Kristus, maka setiap acara perdebatan ini direkam. Jemaat bisa mengikuti pemaparan yang diajukan oleh pihak Trinitarian dan Unitarian berikut argumentasi-argumentasi mereka.

Harapannya adalah agar jemaat Kristen terutama kaum awam bisa belajar dari rekaman perdebatan ini. Hal ini penting karena buku-buku yang ditulis oleh Frans Donald, Ellen Kristi telah tersebar luas dijual di banyak toko buku. Adalah sesuatu yang wajar apabila rekaman ini akhirnya disebarluaskan. Mengapakah para pengkritik diam saja, ketika acara Praise and Worship, KKR Kesembuhan Ilahi, Festival Kuasa Allah (FKA) Philip Mantofa, Healing Benny Hinn yang kemudian direkam dalam bentuk kaset, CD, dan VCD tidak dipermasalahkan? Kaset, CD dan VCD seperti itu bisa dengan sangat gampang dibeli di toko-toko kaset umum maupun yang berlabel Kristen.

Demikianlah tulisan Sdr. Sony Prayitno tentang perdebatan Unitarian VS Trinitarian di Surabaya tahun 2007 lalu dan semoga penjelasan tersebut pembaca sekalian dapat mengetahui lebih banyak tentang FD dan Unitarianisme serta jalannya perdebatan di Surabaya tahun 2007 lalu. Bersambung….

* Penulis adalah pengasuh program tanya jawab iman Kristen “KUTAHU YANG KUPERCAYA” di radio RRI Programa 2 (90,9 MHz) setiap Kamis pukul 21.00-22.00.

http://www.timorexpress.com/index.php?act=news&nid=25449

Mau Uang & Makanan said...

dede wijaya => penyesat, antek Vatikan. Manusia organisasi, bukan manusia illahi.

abuabu said...

sialan nih,,gw ktipu bli bukunya fransdonald..gw bli di toko gunung agung senayan city..Rp28.000..
g pikir buku bagus..tapi isinya penyesatan..!!!balikin duit gw..!

tips2bali said...

Dede benar, Sony benar...Frans itu cuma orang tolol dan bebal saja...ayat2 Alkitab diplintir g karu-karuan...

Biarkan saja...kalau mereka sdh tiba ajalnya, jalannya sudah jelas kok: Neraka Jahanam dalam kekekalan...

Jangan loe yg ngomong Frans...suruh Elen Kristi dan Bapakmu Nugroho itu yang turun menjelaskan pengajarannya yang sesat...jangan pengecut cuma ngirim cecunguk2 macam loe sama Benny cs...

Bangga dengan kesesatanmu? tolol sekali... :)

ucoklaki said...

shalom. saya sangat kecewa dengan orang-orang yang menamakan dirinya Kristen atau pengikut Yesus. Saya seorang Kristen diajarkan bahwa dasar dari agama kita adalah Kasih. baik dalam berbicara maupun bersikap. Namun dalam event ini begitu banyak orang-orang yang menamakan dirinya Tokoh Kristen dan pelayan Allah tidak bisa berbicara halus dan sopan tanpa menyakiti satu dengan yang lainnya. maaf kalau saya menilainya demikian. Bisa saja kita tidak sependapat dengan yang lain tapi jangan kita langsung marah. kita harus bersabar dan bersyukur kepadaNya bahwa kita tidak termasuk kelompok tsb.
Aku percaya kepada Allah. Allah adalah satu dan tidak dapat dipersekutukan dengan yang lain. Dialah satu-satunya yang layak disembah. Bagaimana bentukNya, tidak ada orang yang tahu, dimana Dia, tidak ada seorangpun yang tahu.
Dia maha kuasa, pencipta segalanya dan Dialah yang mengatur segalanya didunia ini termasuk hidupku.
Aku percaya kepada Yesus yang adalah ciptaan Allah,utusanNya yang menjadi JALAN bagi diriku untuk mencapai tempat yang dijanjikan bagiku diakhir nanti, karena melalui Dialah ada jalan keselamatan. dan yang perlu saya tegaskan bahwa saya percaya bahwa Allah dan Yesus adalah bukan satu pribadi yang sama.
Aku percaya kepada TauratNya yang berisikan hukum yang harus diindahkan manusia. Hukum tersebut mengatur kehidupan manusia didunia ini, agar tertib dan lancar. Bagaimana kita bersikap terhadap Allah sebagai pencipta (Vertikal) dan terhadap sesama manusia (Horizontal).sekian dari saya, terima kasih atas perhatiannya. Tuhan memberkati kita semua. Amen.

Felix Johnandri said...

lanjuttt....

Denny Teguh Sutandio said...

Mau tahu presuposisinya Frans Donald? Baca profil di bagian belakang bukunya yg berjudul Menjawab Doktrin Tritunggal, di situ dia bilang dia berpindah-pindah gereja en agama, en akhirnya ke Unitarian, knp? Karena Unitarian tdk dogmatis. Mirip spt "theologi" religionumnya versi: Jusufroni, Ioanes Rachmat, Joas Adiprasetya, Olaf Schumann, dll... Intinya: mau kompromi ama Islam, jiwa kompromi DITENTANG Alkitab!

Denny Teguh Sutandio said...

Udah lah Frans, ngaku kalah en bertobat kan beres. Pake nantang Pdt. Stephen Tong. Lu tuh sekolah theologi baik2, aq aja yg dengerin VCD Debat entu, tertawa sendiri dengerin pendapat rekanmu yg sok jagoan entu alias cerewet(aq lp namanya)... Mending belajar bhs Yunani yg beres, baru ngajak debat org... Lu kritik buku Pdt. Stephen Tong aja gak beres, mau nantangin debat dgn Pdt. Stephen Tong. Ngaca dong... Sisi akademis lu parah, jangan2 lu blm lulus S-1 ya? Hehehe, maklum kan "tdk dogmatis" plus tentunya "tdk akademis" pula, hahaha, jd kutip sana sini, lalu tafsir seenaknya sendiri... Hermeneutika umum lu jg parah, bkn hny Alkitab. Laen kali kalo kuliah, ambil mata kuliah logika ya, biar gak bloon amat...

thomas said...

Reformed Injili, Pdt Stephen Tong,Pak Budi,Calvin,Tritunggal,Predestinasi, semua adalah Anugerah Bapa . Maka dari itu semua hal yang berusaha untuk menghalangi anugerah atau pembunuhan karakter adalah pekerjaan Iblis.

Mau Uang & Makanan said...

sekolah teologi hanya dimensi materi yg sebenarnya sudah diobok-obok iblis.

dan... emang bila menentang Stephen Tong trus pasti ke neraka ? emang siapa Stephen Tong ?

kita harus menghargai hak asasi, mereka yang tidak bisa menghargai dan menghormati hak asasi, pasti ditentang JESUS !

lagian kan nggak semua manusia ke Sorga. bahkan lebih sedikit yang ke Sorga drpd ke neraka.

TRINITY said...

Dear All

KALO FRANZ DONALD SEBAGAI UNITARIAN MENYATAKAN BAHWA TRINITAS TIDAK ADA DI-ALKITAB. JUGA MENGUTIP KATA2 PEMBUKA STEPHEN TONG DALAM BUKUNYA YANG MENYATAKAN BAHWA TRINITAS TIDAK ADA DALAM ALKITAB PL MAUPUN PB. MAKA MARI KITA MENCOBA MEMAHAMI SESUATU, SBB :

KATA "TRINITAS" SECARA LANGSUNG MEMANG TIDAK PERNAH ADA DI-ALKITAB. SEBAGAIMANA KATA WC ATAU TOILET JUGA NGGAK ADA, NAMUN APAKAH DENGAN DEMIKIAN LALU KITA MENG-KLAIM BAHWA ORANG2 ZAMAN PERJANJIAN LAMA NGGAK PERNAH BE'OL??? TENTU TIDAK!!!

KATA "DINOSAURUS" JUGA TIDAK ADA SECARA LITERAL DI-ALKITAB. YANG ADA HANYALAH KATA "BEHEMOTH" (AYUB 40:15) YANG SERING DIARTIKAN SEBAGAI BINATANG RAKSASA, KEMUNGKINAN DINOSAURUS. NAMUN SAYANG SEKALI LAI (LEMBAGA ALKITAB INDONESIA) AGAK KURANG PAS DALAM PENERJEMAHANNYA SEBAGAI KUDA NIL. NAMUN MESKI KATA DINOSAURUS TIDAK ADA DALAM ALKITAB, BERANIKAH ANDA MENG-KLAIM BAHWA DINOSAURUS TIDAK ADA???

BAHKAN, JIKA KITA MENELITI LEBIH JAUH, KATA "NERAKA" PUN SECARA LITERAL HANYA ADA DI-PERJANJIAN BARU, SEDANGKAN DI-PERJANJIAN LAMA TIDAK ADA. COBA ANDA MENCARI KATA "NERAKA" DI-DALAM PERJANJIAN LAMA. ADAKAH??? TIDAK ADA!!! APAKAH ITU BERARTI PARA NABI DI-PERJANJIAN LAMA BERPENDAPAT BAHWA NERAKA TIDAK ADA??? TENTU TIDAK!!!

KATA TRINITAS SECARA LANGSUNG / LITERAL MEMANG TIDAK PERNAH ADA DI-ALKITAB. NAMUN "KONSEP" TRINITAS JELAS SUNGGUH ADA DI-ALKITAB, BAHKAN SUDAH ADA SEJAK PERJANJIAN LAMA, BAHKAN DI-BUKU PERTAMA & 3 AYAT PERTAMA DALAM ALKITAB !!!

Coba baca sungguh2 Kejadian 1:1-3.

Pada mulanya "ALLAH (Bapa)" menciptakan langit & bumi. Bumi belum berbentuk & kosong. Gelap gulita menutupi samudera raya, dan "ROH ALLAH (Roh Kudus)" melayang2 di-atas permukaan air. Ber-"FIRMAN (Yesus)"-lah Allah "Jadilah terang" maka terang itu jadi.

Dengan demikian mohon dipahami bahwa Trinitas (secara konsep/non-literal) sudah ada sejak awal bumi diciptakan. Kejadian 1:1-3 tsb menjelaskan bahwa: ALLAH adalah Bapa. ROH ALLAH adalah Roh Kudus. sedangkan FIRMAN adalah YESUS (Yoh 1:1-3).

Semoga bisa menjadi Pencerahan.

PST. WENAS
www.trinityasia.net

Judy Husin said...

Lagi-lagi Frans Donald menunjukkan gayanya yang sok berani untuk mengajak debat. Saya yakin kalaupun Pdt. Stephen Tong bersedia berbedat, anda hanya akan bungkam saja seperti perdebatan dengan Pdt. Budi Asali dan Pdt. Esra.

ginska said...

frans, dasar teologi ente juga parah banget...gak jera tuh udah dibantai habis2an sama pdt teguh hindarto?apa mau ngajarin bebek berenang makanya nantangin tokoh-tokoh kristen...dibilang penyesat tuh berarti harus instrospeksi diri bukannya bangga, jangan malah dapat legitimasi...gua curiga iq ente jongkok nih...dasar sontoloyo lu frans...

CosmicBoy said...

@ Frans,

Alasan untuk menolak Trinitas dikarenakan perkataan itu ngga ada dalam Al-Kitab menunjukkan betapa dangkal dan tololnya loe dalam ilmu diskusi.

Bisa buktikan perkataan "unitarian" ada dalam Al-Kitab.

Khan...khan udah gue bilang khan...level loe itu, he he he...taulah sendiri.

Salam damai dalam kecerdasan berpikir.

Yahshua said...

Buat Cosmic & All:
istilah "Unitarian" berakar dari kata "Uno" yang maknanya samadengan "Esa" atau "Echad" atau "Satu" atau "Monotheis". Unitarian = penganut paham Allah Esa/Uno/Satu.
Istilah "Satu"/"Esa"/"Uno"/"Monotheis" ini jelas berdasar dari Alkitab, sebab ada tertulis bahwa Allah dalam Alkitab itu Esa/Satu! Berbeda sekali dengan istilah "Trinitas"/"Tiga-Satu"/Tiga tapi satu"/"Tiga dalam Satu" yang JELAS-JELAS berasal dari luar Alkitab!
Sebaiknya janganlah asal memaki orang sebagai "tolol" jika anda belum membaca keseluruhan pandangan Frans Donald dalam buku-bukunya dan mengkajinya dengan tulus dan teliti + hati yang jernih.

salam bung Frans, teruslah berkarya ....!!!

adrina said...

@ Frans, dalam Alkitab memang banyak ayat2 yang menunjukkan Allah itu satu/tunggal seperti Ul 6:4, dll. Tapi dalam Alkitab, juga ada banyak ayat yang menggambarkan adanya kejamakkan tertentu dalam diri Allah ( Kej 1:26; Ibr 1:8; Pkh 12:1, dll). Kalau hanya terima ayat2 yang menunjukkan ketunggalan Allah, kita akan jadi Monotheisme mutlak, tapi kalau hanya terima 'kejamakkan' dalam diri Allah, maka akan jadi Politheisme. Kalau kita percaya pada Alkitab sebagai Firman Allah, maka harus terima keduanya. Tidak ada satupun manusia di bumi ini dapat menafsirkan persoalan ini dengan benar, selain HARUS PERCAYA PADA TRITUNGGAL !

yanno said...

@ Tuhan itu adalah Allah , Ia Esa dlm otoritas ketuhanannya dan jamak/bersama-sama dgn para utusannya dlm melaksanakan kehendak/missi Nya.

aeknabara said...

Satu kata Frans Donal mirip DOnal DUck...

zack@u said...

YWHW itu satu tapi bukan satu pribadi..
gotchaaa.. :P

Levin said...

Kalau memang saudara ada banyak waktu menulis blog ini - Kritiklah Alkitab - pelajarilah - untuk apa kita mengkritik ajaran orang lain ? kalau Alkitab kita hanya 1 .

Nanda Andries McCartney said...
This comment has been removed by the author.
Nanda said...

Istilah 'Allah Tritunggal' memang tidak pernah ada ditulis nyatanyata 'TRITUNGGAL' dalam Alkitab.
Tapi secara konsep sudah disebut DARI AWAL!
Kalau tidak percaya, buka Kej. 1 ayat 1-3.
Allah Tritunggal disebut disitu.
Pada ayat ke-3, disebut 'berFIRMANlah Allah'.
Kata FIRMAN disebut di PB pada kitab Yohanes pasal 1, dimana dicatat disitu, "en arche en ho logos", FIRMAN itu melambangkan Allah Anak.

Kalau bukti itu belum cukup, silahkan buka Markus 1:9-11.
Allah Tritunggal pertama kali 'muncul' bersamaan pada perikop tersebut.

Mungkin setiap kita, baik ko frans sendiri ataupun yang berargumen disini juga masih harus samasama belajar supaya semakin dalam pemahamannya akan FT yang benar.

Thx :)

suddendeath said...

tenang2 konsep ALLAH TRITUNGGAL tidak mempengaruhi keselamatan kok, jadi kalok berdebat kayak gini ini yang mempengaruhi keselamatan karena TUHAN ngomong kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri kan? kalok debat saling menyakiti kan berarti....

suddendeath said...

doktrin TRITUNGGAL ini tidak mempengaruhi keselamtan kok... jadi gak usah debat lalu saling tuding sesat karena itu yang mempengaruhi keselamtan karena kita tidak mengasihi sesama yang seperti Yesus bilang....
malu ma tetangga

Benthenk Komputer said...
This comment has been removed by the author.
Frangky Runtuwene said...

Hanya ada pada Yesuslah jalan kebenaran dan kehidupan yang kekal..
Yesus itu adalah Allah & Roh Kudus..
Yesus menjadi manusia, untuk menebus segala dosa kita, rela mati disalibkan utk menebus dosa kta manusia, Dia tau rasa sakit itu bagaimana, agar kita tau emngikut YESUS itu ada susah dan senangnya (susahnya banyak klo msh di bumi, tapi senangnya sangat luar biasa, krn kelak nanti kita akan terangkat ke Sorga).. jdi pertanyaan, kenapa saat di atas kayu salib Yesus mengucapkan kalimat seperti ini " Bapa/Allah ampunilah mereka/kita manusia, sebab mereka tidak tau apa yg mereka perbuat ", jawabannya : di gambarkan disini, bahwa Yesus menjadi sama seperti kita manusia dan meninggalkan keAllahanya, dan berbicara kpd diriNya sendiri sebagai Allah, untuk mengajarkan kita org Kristen untuk saling MENGASIHI satu dengan yg lainnya,. terima kasih, Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Frangky Runtuwene said...

"Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30), atau yang lebih mengejutkan, "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yoh. 14:9).
cukup membuktikan bahwa Yesus itu adalah Allah

DylanP said...

Untuk Franky R [June 5.2012]

Saya sebetullnya sudah merasa jenuh,tetapi ya sekali lagi menyampaikan pertanyaan tidak apa.

Kalau Yesus=Allah maka,apakah Allah pernah menjadi bayi?
Kan,kepada Maria malakait mengatakan bahwa bayi yang akan dilahirkan supaya diberi nama Yesus.
Kalau ada orang yang tanya kepada Yusuf: Siapa bayi itu?
Sehrusnya Yusuf akan menjawab:Itu adalah Allah,Yesus namaNya.

Obama [bayi]= Obama [presiden]
Yesus[bayi]= Yesus[Allah]
Apakah alkitab mengatakan,bahwa Allah menjelama menjadi Bayi Yesus.


Kalau Yesus BUKAN Allah ,tetapi ciptaan Allah[Wahyu3:14;Kolose1:15]
maka,kalau ada orang bertanya:siapa bayi itu?
maka dapat dijawab:Oh,itu adalah Yesus yang NANTI kalau Ia sudah dewasa akan diurapi oleh Allah Bapa sebagai Mesias dan Yesus ini akan menjadi Penebus dosa umat manusia.

Tetapi kalau Yesus=Allah
Bayangkan saja,Allah yang MAHA MULIA DAN MAHA KUASA,yang telah menciptakan seluruh alam semesta dengan milyaran galaxynya dan triliun-triliun-triliunan binatng dana planet-planetnya, MENJELMA JADI BAYI. Waduuuuh Opo eneng!


.

Frangky Runtuwene said...

u/ Dylan :
kan kita semua tau, TUHAN/ALLAH itu ada di mna saja,. Dia bisa membuat segala sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin, membuat sesuatu yg mustahil menjadi tdk mustahil.. ALLAH BAPA itu lbh khusus di tujukan kpd penciptaan dunia yg pertama & segala isinya,. ALLAH ANAK / YESUS itu di khususkan utk karya penebusan dosa umat manusia agar kita selamat & di putuskan dari segala dosa nenek moyang.. sedangkan ROH KUDUS di khususkan utk setiap manusia yg telah mengenal KRITUS yg tinggal di dlm hati setiap manusia yg menegur dari dlm utk manusia berbuat baik & menjauhi kejahatan.. Tapi intinya YESUS sendiri itu adalah ALLAH yg mempunyai 3 PERAN, sbgai PENCIPTAAN, PENEBUSAN & PENUNTUN kehidupan org yg percaya kepadaNYA.. :)

Samuel said...

@Dylan, baca Filipi 2:6-11
"yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah...dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia... Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati...

Jika Yesus tidak menjelma menjadi manusia maka tidak mungkin Ia disalib sebagai korban penebusan dosa karena tidak mungkin manusia menyalibkan Allah yang maha besar (kutipan khotbah pdt. Stephen Tong)

Allah dari Kej. 3 sudah menubuatkan bahwa dari keturunan perempuan (Hawa) kuasa iblis akan dihancurkan. Jadi Yesus yang adalah Allah menjelma menjadi manusia (keturunan perempuan) untuk menggenapi nubuat itu.

Allahlah yang mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia, bukan manusia yang mau mencari Allah --- Sola Gracia

Tambahan ayat untuk menyatakan Yesus adalah Allah : Yoh 1:1-5
"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah...

Puji Allah Bapa, Putra
Puji Allah Rohul Kudus
KetigaNya yang Esa
Pohon selamat sumber berkat
Amin

aminullah said...

MAJU TERUS SAHABAT UNITARIAN, SALAM DAMAI UNTUK ANDA SEMUA. TETAP TEGUH, TEGAR DAN TEGAS DALAM MENYEBARKAN SUARA KEBENARAN FIRMAN SEJATI.