Sunday, June 22, 2008

TERNYATA BAMBANG NOORSENA ADALAH SAKSI DUSTA

Tanggapan atas Sesumbar Bambang Noorsena
(Edisi Revisi, lebih tajam)

Ternyata Bambang Noorsena adalah Saksi Dusta

Pengantar: Oleh karena tulisan berjudul "Tanggapan atas Sesumbar Bambang Noorsena" yang saya posting tanggal 27 April 2008 lalu ternyata mendapat respon-respon positif dari berbagai pihak kristen berbagai sekte yang ternyata juga tidak simpati terhadap sepak terjang Bambang Noorsena, maka sebagai apresiasi serta ekspresi pikiran bebas saya, saya ingin memberikan revisinya, lebih tajam lagi. Sebagai berikut:

Di cover belakang bukunya tertulis: Ojo Kagetan, Ojo Gumunan, Ojo Goblok! Bambang Noorsena Spesialis penyembuh penyakit pikiran, pengamat hubungan antaragama dan pendiri Institute for Syriac Christian Studies (ISCS). Sementara di cover depannya tertulis judulnya: SEKTE UNITARIAN BUKAN KRISTEN TAUHID Oleh: Bambang Noorsena, SH, MA. Setelah saya baca buku tipis 40 halaman itu, saya tersenyum sendiri sambil bergumam: “He..he..he.., nekad benar orang ini”. Kenapa saya anggap dia nekad? Berikut sekilas infonya:

Pada Tanggal 8 April 2008, Saya (Frans Donald) beserta Tim Unitarian (Benny Irawan, Oktino Irawan dan Tirto Sujoko) hadir di acara ISCS di Gedung Keuskupan Surabaya. Pembicara saat itu adalah Benny Irawan (Unitarian) dan Bambang Noorsena (Trinitarian, Ortodoks Syria).
Saya hanya akan menanggapi sedikit saja sesuatu hal yang menarik dan cukup mengejutkan terjadi ditengah-tengah acara itu, yaitu salah satu pernyataan “sesumbar / tantangan” dari Bambang Noorsena. Sambil menunjukkan buku tulisannya yang berjudul SEKTE UNITARIAN BUKAN KRISTEN TAUHID (buku yang diterbitkan untuk menyerang Unitarian), Bambang Noorsena berkata-kata di depan banyak orang yang hadir kala itu, kira-kira demikian:

“Kalau ada tulisan saya yang salah, silahkan saya dituntut! Tuntutlah saya dengan pasal pencemaran nama baik!”

Nah, hal yang sedikit mengejutkan saya hari itu adalah berkenaan dengan pernyataan Bambang tersebut. Saya terkejutnya adalah karena setelah saya baca buku karya Bambang setelah acara malam tersebut (buku: SEKTE UNITARIAN BUKAN KRISTEN TAUHID), ternyata buku itu isinya memang benar-benar mengandung “Pencemaran Nama Baik” serta “Kebohongan Publik”, sementara beberapa jam sebelumnya saya mendengar sesumbarnya menantang kami untuk menuntut jika ada tulisannya yang salah. He..he..he.. Saya agak heran. Padahal Bambang Noorsena adalah seorang yang bergelar “SH” alias Sarjana Hukum, bahkan pernah saya dengar dia adalah juga Dosen di salah satu universitas, serta juga mengaku-ngaku sebagai Intelektual Kristen. Sarjana Hukum (ahli Hukum yang tentunya wajib menegakkan kebenaran), Dosen dan Intelektual Kristen, kok nekad berani mempermalukan (merusak citra) dirinya sendiri dengan berbohong dan sesumbar begitu, ya? Apa jadinya bangsa kita jika memiliki Sarjana Hukum dan Dosen yang berakhlak buruk dan memalukan seperti itu? (Silahkan pembaca renungkan).
Apa saja “Kebohongan/penipuan Publik” dan “Pencemaran Nama Baik” yang nyata-nyata telah dilakukan Bambang Noorsena melalui bukunya yang berjudul: SEKTE UNITARIAN BUKAN KRISTEN TAUHID tersebut?
Cukup banyak kandungan fitnah dan penipuannya, saya tidak akan membahas seluruhnya, tetapi di antaranya misalnya:

1.Dalam buku yang tampaknya diterbitkan dengan tujuan khusus untuk menyerang Unitarian (yaitu Saya dan rekan-rekan saya) itu, Bambang Noorsena menuliskan:

Malahan, ketika seorang rekan menyodorkan buku Frans Donald, Allah dalam alkitab dan AlQur’an: Sesembahan yang Sama atau Berbeda, saya hanya mengirimkan SMS yang membodoh-bodohkan mereka. Kalau bukan begitu, lalu dengan kata apa lagi yang tepat? Mungkin saja Donald merasa terpukul dengan “bahasa Jawa Timuran” saya, dan balas mengkritik saya dan menyebut saya “kemaki”. …” (Hal.15, Unitarian Bukan Kristen Tauhid, tulisan Bambang Noorsena, 2008).

Bambang Noorsena, Sarjana Hukum (yang seharusnya wajib menjunjung tinggi kebenaran dan hukum), mengatakan bahwa Saya (Frans Donald) membalas mengkritik dan menyebut Bambang Noorsena “kemaki”. Padahal saya tidak pernah membalas SMS Bambang Noorsena tersebut dengan mengatai Bambang Noorsena “kemaki”. Pernyataan Bambang Noorsena dalam hal ini jelas-jelas adalah FITNAH dan PENIPUAN Publik!

2. Bambang Noorsena juga menuliskan:

“…mereka (Unitarian, maksudnya Pdt. Tjahjadi Nugroho, Frans Donald dan rekan-rekannya) reaksi dengan menggelar seminar yang menghadirkan Rm. Tom Jacobs, Rm. Banawiratma, Hortensius F. Mandaru dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), dan Nugroho sendiri, di Semarang, 28 April 2007. Tujuan seminar itu jelas, untuk mencari dukungan para ahli seolah-olah membenarkan ajaran mereka. Hal itu tampak dari pertanyaan “menggiring” pewawancara, Hanna Lie, salah satu penganut ajaran Unitarian yang menjadi wartawan Crescendo.” (Hal.15, Unitarian Bukan Kristen Tauhid, karya Bambang Noorsena).

Tulisan Bambang Noorsena, Sarjana Hukum, tersebut jelas nyata-nyata sebagai suatu upaya pemelintiran (Penipuan Publik) atas fakta kejadian peristiwa (suatu sejarah) yang terjadi di tahun 2007 yang lalu. Bambang Noorsena telah memberikan informasi palsu (saksi dusta) kepada publik / masyarakat yang membaca bukunya, di antaranya:

1.Bambang Noorsena menuliskan bahwa acara seminar pada 28 April 2007 di Semarang, yang menggelar (mengadakan) adalah Unitarian (maksudnya: Pdt Tjahjadi Nugroho dan kawan-kawan saya sesame Unitarian), padahal kenyataannya jelas-jelas acara tersebut samasekali tidak digelar atas kemauan atau inisiatif sedikitpun dari Pdt. Tjahjadi Nugroho atau pun rekan-rekan saya sesama unitarian. Pernyataan Bambang Noorsena Ini jelas dusta alias “Penipuan kepada Publik”! Sangat banyak orang saksi yang tahu betul bahwa penyelenggara seminar tersebut adalah Majalah Lintas Denominasi Crescendo serta Yayasan Gema Kasih (yayasan Kristen yang sepengetahuan saya justru merupakan orang-orang yang menganut paham Trinitas) dan penyelenggaraan seminar 28 april 2007 itu tidak ada sama sekali campur tangan dari pihak kami (Unitarian).

2.Bambang Noorsena menuliskan juga bahwa seminar 28 April 2007 di Semarang ketika itu menghadirkan Nugroho (sebagai salah satu nara sumber). Ini nyata-nyata merupakan dusta atau Penipuan Publik! Pdt. Tjahjadi Nugroho saat seminar itu sama sekali tidak hadir, karena pak Nugroho memang bukan sebagai Pembicara saat itu. Nara sumber yang dihadirkan ketika itu ada 4 orang, yaitu: Romo Tom Jacobs, SJ, Profesor JB. Banawiratma, Hortensius F M, SSL dari L.A.I dan Pdt. Drie S Brotosudarmo, M.Th.

3.Bambang Noorsena menuliskan pula: Tujuan seminar itu jelas untuk mencari dukungan para ahli seolah-olah membenarkan ajaran mereka (ajaran Unitarian). Pernyataan ini juga jelas penuh dusta alias “Penipuan kepada Publik”. Karena banyak orang saksi yang tahu betul bahwa penyelenggara seminar tersebut adalah Majalah Lintas Denominasi Crescendo serta Yayasan Gema Kasih (yayasan Kristen yang sepengetahuan saya justru merupakan orang-orang yang menganut paham Trinitas). Tujuan acara itu nyata-nyata bukanlah sebagaimana fitnahan Bambang Noorsena terhadap kami (Unitarian) tersebut!

4.Di situ Bambang Noorsena menuliskan pula bahwa Hana Lie adalah salah satu penganut ajaran Unitarian yang menjadi wartawan Crescendo. Ini juga merupakan penyaksian yang dusta. Hanna Lie ketika itu adalah redaktur Crescendo dan bukan orang yang berorganisasi atau pun tergabung dalam jajaran Kristen Tauhid atau Unitarian Indonesia.

Hal-hal di atas adalah beberapa contoh bukti nyata dan akurat perihal kebohongan/penipuan Publik (Saksi Dusta) yang telah dilakukan oleh Bambang Noorsena. Dan di buku karya Bambang Noorsena tersebut masih ada lagi fitnahan ngawur terhadap Pdt. Tjahjadi Nugroho (yang menjabat ketua Asosiasi Pendeta Indonesia) serta juga mengandung pemelintiran-pemelintiran lain berkenaan dengan pernyataan-pernyataan yang dikemukakan oleh Romo Tom Jacobs mau pun Profesor Banawiratma dalam seminar di Semarang tersebut, guna seolah-olah membenarkan argumen-argumen Bambang. Tragis!
Salah satunya, kesan yang muncul dari tulisan Bambang tersebut seolah-olah Romo Tom Jacobs sebenarnya percaya bahwa Yesus itu Allah tetapi oleh pewawancara digiring agar Romo Tom mendukung pikiran pewawancara. Ini adalah fitnah, saya tahu betul pewawancara (Hanna Lie) bukanlah anggota Unitarian / Kristen Tauhid, Hanna Lie dalam wawancaranya sama sekali tidak bermaksud menggiring Romo Tom agar mengeluarkan statement yang menolak rumusan Trinitas. Saya punya bukti akurat berupa CD* dan wawancara Tom Jacobs yang tegas terang-terangan menolak rumusan doktrin Trinitas. Beberapa di antaranya, Tom Jacobs berkata:
“Sejak tahun 1974 sampai sekarang saya sudah tidak percaya bahwa Yesus itu Allah; Saya lebih kristiani sejak percaya bahwa Yesus itu bukan Allah dari pada sebelumnya. Yang benar ya Bapa itu Allah, Yesus itu jalan menuju Allah”. Serta pernyataan-pernyataan lain yang jelas sekali di mana Romo Tom menolak tegas rumusan-rumusan doktrin Trinitas!
Pendapat Saya, buku Unitarian Bukan Kristen Tauhid yang berisi fitnah, pencemaran dan penipuan publik tersebut sepertinya hanyalah berisi ungkapan-ungkapan sentiment pribadi Bambang Noorsena terhadap kami, entah mengapa dia begitu terkesan “kebakaran jenggot” atas keberadaan kami (Unitarian), saya tidak tahu pastinya. Tapi, kami, yang telah difitnah dan dicemarkan oleh Bambang Noorsena, merasa belum perlu menuntut “kejahatan” Bambang Noorsena tersebut sebagaimana sesumbarnya: “Tuntutlah saya kalau ada tulisan yang salah, dengan tuntutan pencemaran nama baik!”. Yang saya rasa lebih penting adalah kiranya publik, yang bisa berpikir lurus dan jujur di hadapan Tuhan, mengetahui mana yang benar dan mana yang dusta. Dan himbauan saya bagi antek-anteknya Noorsena, yang sering mengirim SMS gelap pada saya, sebaiknya anda semua camkan bahwa jika selama ini anda-anda begitu menyanjung-sanjung Noorsena serta mudah percaya dengan cerita-cerita tentang sejarah-sejarah doktrin gereja versi Noorsena, kini saatnya anda-anda pikirkan kembali, yaitu Haruskah Anda Percaya Bambang Noorsena yang sering mengaku sebagai peneliti dan intelektual Kristen, sementara terbukti nyata-nyata saat menganalisa / meneliti peristiwa sejarah di Indonesia yang baru terjadi 1 tahun berlalu dan masih hangat saja Noorsena terbukti jelas-jelas ngawur + fitnah + berani nekad terang-terangan menipu pada khalayak ramai, apalagi ketika Noorsena bicara sejarah-sejarah ribuan tahun yang silam, patut dipikirkan ulang. Demi kepentingan pribadi / golongannya, maka sangat mungkin Noorsena bisa jadi akan lebih berani lagi untuk mengubah sejarah dan memutar balikkan fakta-fakta! Sejarah yang baru, masih hangat, serta saksi-saksi hidup masih ada saja berani dipalsukan, apalagi sejarah yang terjadi nun jauh di sana di masa ribuan tahun yang silam di mana saksi-saksi hidup sudah tidak ada sama sekali! Ingatlah bahwa tentang Saksi Dusta Alkitab bersaksi:
“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta …, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, … seorang saksi dusta yang menyemburkan kebohongan …” Amsal 6:16-19
“Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan adalah saksi dusta.” Amsal 14:5
“Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman..” Amsal 19:5
Iblis adalah Bapa para pendusta (Yoh 8:44), jadi seorang Saksi Dusta = anak Iblis! Camkanlah semua itu.
Terimakasih.

(Frans Donald, kontak telp. 081 7971 9991)

*Note: Bagi yang berminat copyan CD Seminar Romo Tom Jacobs, yang berisi statemen terang-terangan beliau menolak rumusan Trinitas dan tidak percaya Yesus Allah, silakan hubungi saya.

38 comments:

sarungtenun said...

salam untuk mas Frans.
ada banyak kesan berkenalan dengan Anda.
Semoga perjuangan Anda dan rekan-rekan Anda memberikan jalan terang.
Saya menilai Unitarian lebih santun dan sangat membaur dengan kami, muslim, tanpa ada persepsi yang salah kepada kami.
Dan semoga kami pun tidak salah, menilai Anda.

Mau Uang & Makanan said...

Pak Sarung... kami tidak perlu tidak butuh penilaian dari manusia seperti Anda dan rekan2. Kami lebih suka dinilai & berkenan dihadapan BAPA di Sorga, bukan bapa di neraka.

Mau Uang & Makanan said...

Pak Sarung... saya seorang pengikut Isa Almasih mau menyampaikan maaf kepada rekan muslim karena banyak rekan kami yang dikuasai roh kegelapan (demikian pula di pihak Anda apakah 100% dikuasai roh Allah ?), saya juga mau berterima kasih kepada muslim yang mengkritik kami dengan tujuan kebenaran dan pemurnian. Saya sadar bahwa tauhid adalah jalan saya. Tauhid ini tidak cukup hanya di otak saja atau angan-angan saja.
Kami pun berharap Anda & rekan2 tidak mengecewakan ALLAH di Sorga, bukan allah di dunia ini atau allah di neraka.

yesco said...

Gw sudah tahu siapa frans donald,seorang pengecut,Gw baca debat dia dengan budi asali dan esra,tapi dia diam seribu bahasa,sembunyi di bawah ketek temannya,gw liat bukunya di gramedia,gw cuma bisa ketawa baca buku gituan.....

tips2bali said...

Tanggapan

(1)
Pdt. Budi Asali, M. Div.

terhadap buku
Allah dalam Alkitab dan Al-Quran

(Frans Donald)



Keterangan: saya tidak membahas buku ini secara sistimatis, tetapi membahasnya halaman demi halaman, untuk memudahkan orang-orang yang membaca buku ini untuk melihat kesalahan-kesalahan dan bahkan kesesatan-kesesatan dari buku ini.



1) Pada hal 7 (pada bagian ‘Ucapan Terima Kasih’) dikatakan sebagai berikut: “Ucapan khusus terima kasih juga layak saya ucapkan buat para pendeta dan orang-orang yang selama ini sering menuduh dan memfitnah kami sebagai sesat atau bidat. ... Juga pendeta ‘S’ di Surabaya yang menuduh saya sesat dan antikris. Alhamdulilah tuduhan-tuduhan dan fitnah-fitnah tersebut justru menjadi ‘vitamin’ dan ‘suplemen’ yang semakin mendorong semangat saya dalam menyelesaikan dan terus menyempurnakan buku ini”.



Tanggapan Pdt. Budi Asali, M. Div.:



Saya menyoroti kata-kata ‘memfitnah’ dan ‘fitnah-fitnah’ yang saya garis bawahi itu. Saya berpendapat bahwa Frans Donald sendiri, dengan menggunakan kata ‘fitnah’ atau ‘memfitnah’, telah melakukan fitnahan. Orang-orang itu tidak salah dalam menuduh Frans Donald sebagai orang sesat / bidat, bahkan benar 100 %, dan karena itu tuduhan itu bukanlah suatu fitnahan. Pada saat Frans Donald menyebutnya sebagai ‘fitnah’, ia justru yang menjadi pemfitnah!



2) Pada hal 8 (pada bagian ‘Pengantar’, oleh Dr. Tjahyadi Nugroho, MA) dikatakan sebagai berikut: “Jika ada dua agama yang begitu dekat hubungannya, tetapi sekaligus begitu tragis dan berdarah relasinya, barangkali itu adalah agama Kristen dan Islam. Kedua agama ini berakar dari sumber yang sama, rumpun iman Ibrahimik. Keduanya mengimani Ibrahim (Abraham) sebagai bapa leluhur iman mereka, dan Adam sebagai asal usul umat manusia. ... Mengingat Kristen dan Islam sebagai dua di antara agama-agama bersar dunia yang dianut setidaknya oleh separuh jumlah penduduk dunia saat ini, maka upaya menemukan titik temu menuju perdamaian dan saling menghargai antara kedua pihak umat merupakan satu ikhtiar yang penting”.



Tanggapan Pdt. Budi Asali, M. Div.:



a) Ini merupakan kesimpulan yang terlalu cepat, tanpa dipikir, menggelikan, dan diatas segala-galanya, tidak Alkitabiah. Hanya karena secara jasmani Kristen dan Islam berasal dari Abraham, sama sekali tidak bisa dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa kedua agama itu berhubungan dekat. Kalau memang bisa disimpulkan demikian, maka konsekwensinya adalah: semua agama berhubungan dekat, karena semua berasal dari sumber yang sama, rumpun iman Adamik!



b) Jangankan Kristen dan Islam, bahkan Kristen dan agama Yahudipun secara teologis sangat berbeda dan bahkan bertentangan!

Bdk. Yoh 8:39-40 - “(39) Jawab mereka kepadaNya: ‘Bapa kami ialah Abraham.’ Kata Yesus kepada mereka: ‘Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. (40) Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham”.



c) Apakah Yesus / Kitab Suci kita mengajarkan untuk mencari titik temu antara Kristen dengan agama-agama lain? Yang Dia perintahkan adalah memberitakan Injil kepada semua orang!

Mat 28:19-20 - “(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’”.



Apakah rasul-rasul dan orang-orang kristen abad pertama mencari titik temu antara Kristen dan agama Yahudi? Tidak! Yang mereka lakukan lagi-lagi adalah memberitakan Injil kepada mereka!



Kristen memang berbeda, dan bahkan bertentangan dengan semua agama lain. Tidak akan ada titik temu! Ini tidak berarti bahwa secara fisik kita harus bermusuhan dengan orang-orang beragama lain. Sama sekali tidak! Kita harus mengasihi semua orang, termasuk yang beragama lain (Mat 22:39). Tetapi itu tidak berarti kita harus / boleh mengkompromikan iman kita, yang memang berbeda, dan bahkan bertentangan, dengan agama-agama lain.



3) Pada hal 10: (pada bagian ‘Pengantar’, oleh Dr. Tjahyadi Nugroho, MA) dikatakan sebagai berikut: “Sejak awal pembaca diajak bersepakat untuk menjadikan Alkitab dan Al-Quran sebagai fondasi kajian, ... ”.



Tanggapan PPdt. Budi Asali, M. Div.:



Alkitab dan Al-Quran merupakan 2 buah Kitab Suci yang bukan hanya berbeda tetapi juga bertentangan!

Sebagai contoh: dalam Alkitab dikatakan bahwa Abraham mempersembahkan Ishak, sedangkan dalam Al-Quran dikatakan bahwa Abraham mempersembahkan Ismael. Ini betul-betul 2 cerita yang bertentangan frontal; dan tidak mungkin bisa diharmoniskan!

Ini baru contoh tentang cerita, lebih-lebih kalau contoh perbedaan / pertentangan secara doktrinal! Misalnya dalam hal doktrin Allah Tritunggal, keilahian Kristus, Penebusan, keselamatan oleh iman saja, dan sebagainya.

Jadi, seseorang yang mempunyai logika, hanya bisa menerima salah satu dari kedua Kitab Suci ini sebagai yang benar. Menerima kedua-duanya merupakan tindakan tolol yang tidak mempunyai akal sehat!



4) Pada hal 21: (pada bagian ‘Catatan Penulis’) dikatakan sebagai berikut: “Dalam buku ini, penulis sedapat mungkin menggunakan metode ‘kitab suci apa adanya’: membaca Al-Quran dengan metode tafsir Al-Quran bi Al-Quran, yaitu penafsiran ayat Al-Quran dengan ayat Al-Quran juga; membaca Alkitab dengan metode sola scriptura (hanya Alkitab saja) dan scriptura interpres scriptura (Alkitab ditafsirkan oleh Alkitab sendiri, ayat menjelaskan ayat), ...”.



Tanggapan Pdt. Budi Asali, M. Div.:



Lagi-lagi suatu kata-kata konyol yang saling bertentangan dengan dirinya sendiri. Kalau Frans Donald memang menggunakan / mempercayai Alkitab dan Al-Quran, bagaimana mungkin ia menggunakan motto Sola Scriptura (= hanya Alkitab / Kitab Suci)?



Tentang metode ‘Alkitab ditafsirkan oleh ayat Alkitab sendiri, ayat menjelaskan ayat’ akan kita lihat selanjutnya apakah ia memang konsisten dengan kata-katanya di sini atau tidak.



5) Pada hal 24 dikatakan sebagai berikut: “Penting dipahami, bahwa di dalam Alkitab atau Bible berbahasa Indonesia, ‘Allah pasti Tuhan tapi Tuhan belum tentu Allah’. Sebab, kata Tuhan sering muncul dalam Alkitab diterjemahkan dari adonay atau kurios alias lord, yang tidak selalu menunjuk kepada Allah (Elohim atau Theos alias God). Misalnya, tertulis bahwa Abraham (Ibrahim) oleh istrinya disebut sebagai lord. ‘... as Sarah obeyed Abraham, calling him lord.’ (1Petrus 3:6). Sarai memanggil Ibrahim tu(h)an, tapi jelas Abraham bukan Allah (God). Yesus di dalam Injil juga disebut sebagai lord (kurios), yang dalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan Tuhan. ‘God has made Jesus both Lord and Christ’ (Kisah Para Rasul 2:36), dalam Bahasa Indonesia menjadi ‘Allah telah membuat Yesus ... menjadi Tuhan dan Kristus.’ Makna kata Tu(h)an Yesus tidak berbeda dengan Tu(h)an Abraham. Dalam bahasa Jawa diterjemahkan menjadi Gusti Yesus. Yesus disebut Lord (Tuhan) bukan God (Allah). Dengan pemahaman yang benar tentang istilah penting ini, maka umat Islam tidak perlu berkeberatan jika Yesus oleh umat Nasrani disebut sebagai Tuhan. Tuhan Yesus bukan dimaksud sebagai Allah Yesus. Sementara itu, Allah (God) pasti adalah Tuhan (Tuan), bahkan Tuhan di atas segala tuhan (tuan). Seperti yang tertulis di kitab Ulangan 10:17 God is Lord of lords - Allah adalah Tuhan dari segala tuhan.’”<.



Tanggapan PPdt. Budi Asali, M. Div.:



a) Memang benar bahwa kata ADONAY atau KURIOS yang berarti ‘Tuhan’, belum tentu menunjuk kepada Allah. Jadi, sebetulnya bisa diterjemahkan ‘Tuhan’, ataupun ‘tuan’. Kontext harus menentukan terjemahan mana yang dipilih. Pada waktu kata itu diterapkan kepada Abraham, maka jelas bahwa harus diterjemahkan ‘tuan’. Tetapi pada waktu hal yang sama diterapkan kepada Yesus, maka itu betul-betul merupakan suatu pengawuran tanpa dasar. Banyak ayat Kitab Suci yang menyatakan Yesus sebagai Allah (Yes 9:5 Yoh 1:1 Yoh 20:28 Ro 9:5 Fil 2:5-7 Tit 2:13 Ibr 1:8 1Yoh 5:20 Wah 1:8), dan karena itu jelas bahwa Ia juga adalah Tuhan.



b) Motto kelompok Unitarian ‘Allah pasti Tuhan tapi Tuhan belum tentu Allah’ didengungkan berulang-ulang. Tetapi dalam perdebatan terbuka antara saya dengan Frans Donald dan kawan-kawannya, kami pernah memperdebatkan tentang 1Kor 8:4-6 - “(4) Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: ‘tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.’ (5) Sebab sungguhpun ada apa yang disebut ‘allah’, baik di sorga, maupun di bumi - dan memang benar ada banyak ‘allah’ dan banyak ‘tuhan’ yang demikian - (6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang olehNya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”.

Pihak Unitarian menekankan bagian yang saya beri garis bawah tunggal, yaitu kata-kata ‘bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa’. Dan mereka lalu mengatakan bahwa ini membuktikan bahwa Yesus bukan Allah.

Saya menjawab dengan mengatakan bahwa kalau kata-kata ‘bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa’ (ay 6a) menunjukkan bahwa Yesus bukan Allah, maka konsekwensinya adalah bahwa kata-kata yang saya beri garis bawah ganda, yaitu ‘satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus’ (ay 6b) harus diartikan bahwa Bapa bukan Tuhan.

Saya lalu menekan mereka dengan pertanyaan: ‘Bagi kalian Bapa itu Tuhan atau bukan? Kalau Ya, maka ada dua Tuhan, dan itu bertentangan dengan ay 6b itu’.

Catatan: perlu saudara perhatikan bahwa kata-kata ‘satu Allah’ dan ‘satu Tuhan’ dalam ay 6 kontras dengan kata-kata ‘banyak allah’ dan ‘banyak tuhan’ dalam ay 5. Yang dalam ay 5 jelas menunjuk kepada dewa-dewa palsu, tetapi yang dalam ay 6 pasti menunjuk kepada Allah / Tuhan yang sungguh-sungguh!



Bagi saya sebagai seorang Trinitarian, ayat ini tidak menimbulkan problem. Bapa memang Allah tetapi Yesus juga. Apakah lalu ada 2 Allah? Tidak, karena Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30). Demikian juga Yesus adalah Tuhan. Bapa juga adalah Tuhan. Apakah lalu ada 2 Tuhan? Tidak, karena Yesus dan Bapa adalah satu. Ini sesuai dengan Pengakuan Iman Athanasius yang berbunyi sebagai berikut:

“15. Thus the Father is God, The Son is God, the Holy Ghost is God. 16. And yet there are not three Gods, but one God. 17. Thus The Father is Lord, the Son is Lord, the Holy Ghost is Lord. 18. And yet there are not three Lords, but one Lord. 19. Because as we are thus compelled by Christian verity to confess each person severally to be God and Lord; so we are prohibited by the Catholic religion from saying that there are three Gods or Lords” (= 15. Demikian juga Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah. 16. Tetapi tidak ada tiga Allah, tetapi satu Allah. 17. Demikian pula Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan. 18. Tetapi tidak ada tiga Tuhan, tetapi satu Tuhan. 19. Karena sebagaimana kami didorong seperti itu oleh kebenaran Kristen untuk mengakui setiap pribadi secara terpisah / individuil sebagai Allah dan Tuhan; demikian pula kami dilarang oleh agama Katolik / universal / am untuk mengatakan bahwa ada tiga Allah atau Tuhan) - A. A. Hodge, ‘Outlines of Theology’, hal 117-118.



Tetapi bagi pihak Unitarian, yang mempercayai bahwa Bapa dan Yesus itu betul-betul merupakan 2 pribadi yang terpisah total, maka 1Kor 8:6 ini pasti menjadi seperti duri dalam mata mereka!



Mereka berputar-putar tak mau menjawab pertanyaan saya. Tetapi saya tekan terus, sehingga akhirnya Frans Donald dan Benny mengatakan (dengan terpaksa) bahwa dalam kontext itu Bapa bukan Tuhan!

Yang saya ingin tanyakan adalah: lalu kemana motto mereka bahwa ‘Allah pasti Tuhan tapi Tuhan belum tentu Allah’????





-AMIN-

tips2bali said...

Giat dan berkobar-kobar dalam pelayanan? itu bagus, tapi musti belajar Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan
diperlengkapi dengan pengertian Firman Tuhan yang benar. Bukan asal-asalan.

Siapa Malas belajar Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh berpotensi untuk disesatkan dan menyesatkan!!!
Firman Tuhan:

Rom 10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

Perhatikan Firman Tuhan terhadap nabi-nabi palsu itu dan sikap kita yang berdiam diri:

Yer 23:21 "Aku tidak mengutus para nabi itu, namun mereka giat; Aku tidak berfirman kepada mereka, namun mereka bernubuat.

Mat 7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Mat 24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

Mar 13:22 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan

2Kor 11:3-4 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Nugroho Tjahyadi, Aryanto Nugroho, Ellen Kristi, Frans Donald, Benny Irawan, Oktino Irawan dan Tirto Sujoko Segeralah Bertobat!!! Jangan keraskan hati kalian!!!

WongKampoeng said...

saat ada 4 bapak2 sedang berjalan, kemudian ada yg memanggil "pak.. pak", pasti ke 4 bpk itu akan menoleh utk mengetaui siapa yg memanggil.
saat 2 org pemuda sedang asyik nongkrong, kemudian ada seorang gadis yg memanggil "mas.. mas" pasti ke 2 pemuda itu akan menoleh semua ke arah org yg memanggil.
saat ada orang yg memanggil " Ya Allahku" .. Allah siapakah yg menoleh ?? org islam memanggil Tuhannya Allah, org kristen jg memanggil Allah.. apakah krn org islam memanggil dalam bhs arab atau krn sdg bersujud diatas sajadah mk itu Allahnya atau org islam atau krn diucapkan dlm bhs indonesia mk itu Allahnya org kristen??
atau
Pasti ada yg bilang "Tuhan kan melihat dulu iman n isi hati manusianya dulu", tp apakah yg secara pst membedakan antara memanggil Allah org islam n kristen, adakah yg bs menjelaskan sesuai ayat2 Alkitabnya??
Krn itu aku bangga, aku senang, aku bahagia, aku yakin bahwa ketika aku menyebut Allahku, maka hanya dialah Allah yg MahaAda n MahaBenar.. yaitu Tuhan Allah YESUS KRISTUS

WongKampoeng said...

aaaaaaargh

kala said...

Frans... apa bedanya kau dan saksi yehova? Bambang Noorsena juga punya hak untuk Yakin kalau Yesus adalah Hakim yang adil setelah kita mati..sebagaimana diyakini umat Islam. Setahu saya yang menghakimi jiwa hanya Tuhan yang maha Esa.... Ka;lau yesus juga diyakini sebagai hakim Jiwa-jiwa manusia, lau siapa sebenarnya Yesus itu....

Eko said...

Tanggapan buat KALA: ....kalau Yesus adalah Hakim yang adil setelah kita mati..sebagaimana diyakini umat Islam.....
Ah, sejak kapan umat Islam meyakini Yesus mejadi hakim setelah mati? kalo nanti Yesus akan muncul kembali, memang diyakini oleh sebagian umat Islam.

richard yoka said...

Setiap ada yang berkata pada saya bahwa Yesus bukan Tuhan, saya hanya bisa tersenyum karena mereka berbicara ke orang yang salah, jika mereka mengatakan pada orang belum memiliki "perjumpaan dengan Yesus" mungkin bisa saja, tapi kepada saya? Mustahil! saya masih hidup hingga sekarang karena Yesus adalah Tuhan.

Sebelum saya bertobat saya adalah orang sangat bejat, penipu kelas tinggi, hampir kebayakan dosa saya adalah dosa2 yang tak dilakukan orang, kehidupan saya sangat gelap. sewaktu saya bertobat, "theofani" Yesus hadir di samping saya dan berkata mulai hari ini layani lah aku.., saya bertanya: "siapa Engkau"...Dia menjawab: "Aku adalah Tuhan Allahmu, Yesus Kristus, berikanlah seluruh hidupmu kini bagi KerajaanKU". Dan tau apa yang terjadi? saya bertobat, saya sadar, saya sembuh dan saya dipulihkan. Kehidupan saya semakin hari semakin membaik di dalam Tuhan bahkan Tuhan memberkati hidup saya yang luarbiasa, yang dulu dikatakan orang: manusia sampah tak berguna, mati lebih baik tak menyusahkan...namun kini saya sangat berharga, setiap orang yang mengenal saya, melihat hidup saya kini pasti memuliakan Tuhan karena mampu mengubahkan seseorang yang begitu bejat dan nista.

Ilustrasi nya seperti ini: jika ada orang yang berkata: Aku kenal bapakmu, bapakmu bukan laki2, hahahaha yah pasti saya tertawa, sangat jelas dia adalah laki2 karena saya yang bertemu dia hampir setiap hari dan saya lah yang pernah 'melihat' dia sebagaimana dia ada. Lucu kan kalau orang ngotot sama saya bahwa bapak saya bukan laki2?

sama konyolnya dengan seseorang yang berkata bahwa Yesus Bukan Tuhan kepada orang yang pernah "bertemu" dengan DIa secara pribadi.

Iman Kristen bukan sekedar pengetahuan dalam teks2 ayat ayat yang diteliti saja tapi pengetahuan yang disertai dengan pengalaman pribadi, itulah mengapa orang2 kristen banyak disebut sebagai 'saksi'. Dalam sebuah kasus pembuktian yang paling kuat adalah fakta+saksi.

Pertanyaan saya bagi yang merasa bahwa Yesus bukan Tuhan,pernahkah "bertemu" dengan apa yang kamu sebut TUHAN mu? lalu bagaimana kamu yakin bahwa itu TUHAN mu?

Itulah mengapa Paulus sangat yakin di dalam Injil karena dia telah bertemu dengan Yesus yang adalah Tuhan dalam perjalanannya ke damsyik ketika ingin mengejar orang kristen untuk dibunuh, namun pertemuannya dengan Kristus membawa nya pada pertobatan lalu dia menjadi saksi Kristus, bukan hanya pengetahuan namun juga pengenalan akan Kristus.

pernahkah kamu melihat angin?pasti tidak, tapi kamu pasti dapat merasakannya bukan?bahkan saat dia menjadi angin puting beliung sekilas kamu dapat melihat'bentuknya' sehingga kamu tau itu pasti angin!

Biarpun saya mengatakan fakta apapun, jika anda tidak membuka hati...percuma saja untuk berusaha mengerti dan memahami bahwa Yesus itu Tuhan karena untuk mengerti hal itu kamu membutuhkan "Iman",
sama seperti anda berusaha memahami matematika dan bahasa inggris. kalau anda tidak suka gurunya pasti sulit untuk menerima ajarannya, namun jika kita mengawali hati kita terbuka dan positif terhadap guru kita, niscaya pelajarannya akan lebih mudah untuk kita pahami.

Salam sejahtera bagi kita semua, saya sangat mengasihi kalian semua.

irfanliebe.blogspot.com said...

Frans, pertama baca judul artikelmu di google, saya kira pembahasanmu akan sangat2 didasari atas pembahasan yg detail, cerdas, logis, teologis dan dapat dipertanggungjawabkan. Ternyata cuma sentimen pribadimu terhadap orang yg tidak menerima kesesatanmu. Dengan membuat judul "Ternyata Bambang Noorsena adalah Saksi Dusta" kamu pun sudah menyebarkan dusta kepada para pen-searching google. Bertobat kawan, Yesus itu Tuhan Allah!

darryl said...

frans,,,mintalah waktu yg lebih intens dgn pak Bambang Noorsena dan belajarlah ajaran yg benar,,,saya rasa orang spt Bambang Noorsena pasti mau menyediakan waktu utk anda,,,selamat menjadi orang Kristen yg lahir baru,,,GBu.

Yosua Guntur said...

Frans Donald, kok kamu banyak ngawurnyah sih.
Emang dapet refrensi dari mana?

rooyjohn said...

Penilaian saya tentang Frans Donald? Tidak ada penulis yang paling buruk di Indonesia selain dirinya. Idenya tidak jelas. Struktur bahasanya berhamburan. Pilihan katanya sangat emosional. Saya tidak tahu dimana ia menamatkan sekolahnya.
Bambang Noorsena? Saya membaca artikelnya di google tentang tanggapan atas film dan novel "ayat-ayat cinta". Tanggapan saya: 4 tumbs up buat Bambang.

travelmate said...

Coba rekan-rekan baca juga buku "Menuju Dialog Teologis Kristen - Islam" Karya Bambang Noorsena. Semoga Banyak pencerahan buat rekan-rekan. Bismil Abi wal Ibni war Ruhil Quddusi, Al-Ilahuw Wahid, Amien. Oh iya...untuk saudara-saudara lainku yang beragama muslim, selama ini pemahaman saudara tentang Kristen mungkin seakan sangat jauh dengan iman saudara....Kristen yang berkembang di Indonesia sebagian besar adalah Kristen yang dibawa oleh budaya Eropa, apalagi era modern sekarang ini. Teks pengakuan Iman dalam liturgi berbahasa Arami dalam geraja kuno (gereja mula-mula) yang sekarang dipkaia oleh saudara seiman kita Ortodox Syria di damascus dan Kristen Koptik di timur tengah termasuk arab :
kami percaya kepada satu-satunya Ilah yaitu Allah, Bapa (Al-Wujud, yang berdiri pada Dzat-Nya sendiri) yang Mahakuasa, Khalik Langit dan bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu-satunya Tuhan (Rabb), yaitu "Isa Al-Masih, Putra Allah Yang Tunggal (Akal Allah atau firman yang kekal), yang dilahirkan dari Bapa (Al-Wujud) sebelum segala abad, Terang yang keluar dari sumber Terang, (firman) Allah yang keluar dari (Wujud) Allah, dilahirkan dan bukan diciptakan, yang satu dengan Allah dalam Dzat-Nya yang Esa, yang mellalui-Nya segala sesuatu diciptakan. Untuk kita manusia dan demi keselamatan kita, telah nuzul dari surga, dan dari perawan Maryam yang Suci, Walidatul illah dan telah menjadi Manusia.....dst.....(mohon kiranya gereja-gereja yang selama ini belum menggunakan Pengakuan Iman atau syahadat agar memperbaharui iman kita dengan pengucapan ini, untuk gereja-geraja protestan maupun katolik yang telah memakai pengakuan Iman/syahadat.....semoga senantiasa bisa memperbaharui iman dan mengingatkan kita akan ajaran yang Tauhid. (GKI, GKJ, GKJW, GKPB, GPIB, HKBP, GKJTU, Gereja Pasundan, Gereja Ende, dan gereja-geraja lain sudah banyak yang memasukkan Syahadat dalam peribadatannya)

travelmate said...

Coba rekan-rekan baca juga buku "Menuju Dialog Teologis Kristen - Islam" Karya Bambang Noorsena. Semoga Banyak pencerahan buat rekan-rekan. Bismil Abi wal Ibni war Ruhil Quddusi, Al-Ilahuw Wahid, Amien. Oh iya...untuk saudara-saudara lainku yang beragama muslim, selama ini pemahaman saudara tentang Kristen mungkin seakan sangat jauh dengan iman saudara....Kristen yang berkembang di Indonesia sebagian besar adalah Kristen yang dibawa oleh budaya Eropa, apalagi era modern sekarang ini. Teks pengakuan Iman dalam liturgi berbahasa Arami dalam geraja kuno (gereja mula-mula) yang sekarang dipkaia oleh saudara seiman kita Ortodox Syria di damascus dan Kristen Koptik di timur tengah termasuk arab :
kami percaya kepada satu-satunya Ilah yaitu Allah, Bapa (Al-Wujud, yang berdiri pada Dzat-Nya sendiri) yang Mahakuasa, Khalik Langit dan bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu-satunya Tuhan (Rabb), yaitu "Isa Al-Masih, Putra Allah Yang Tunggal (Akal Allah atau firman yang kekal), yang dilahirkan dari Bapa (Al-Wujud) sebelum segala abad, Terang yang keluar dari sumber Terang, (firman) Allah yang keluar dari (Wujud) Allah, dilahirkan dan bukan diciptakan, yang satu dengan Allah dalam Dzat-Nya yang Esa, yang mellalui-Nya segala sesuatu diciptakan. Untuk kita manusia dan demi keselamatan kita, telah nuzul dari surga, dan dari perawan Maryam yang Suci, Walidatul illah dan telah menjadi Manusia.....dst.....(mohon kiranya gereja-gereja yang selama ini belum menggunakan Pengakuan Iman atau syahadat agar memperbaharui iman kita dengan pengucapan ini, untuk gereja-geraja protestan maupun katolik yang telah memakai pengakuan Iman/syahadat.....semoga senantiasa bisa memperbaharui iman dan mengingatkan kita akan ajaran yang Tauhid. (GKI, GKJ, GKJW, GKPB, GPIB, HKBP, GKJTU, Gereja Pasundan, Gereja Ende, dan gereja-geraja lain sudah banyak yang memasukkan Syahadat dalam peribadatannya)

travelmate said...

Coba rekan-rekan baca juga buku "Menuju Dialog Teologis Kristen - Islam" Karya Bambang Noorsena. Semoga Banyak pencerahan buat rekan-rekan. Bismil Abi wal Ibni war Ruhil Quddusi, Al-Ilahuw Wahid, Amien. Oh iya...untuk saudara-saudara lainku yang beragama muslim, selama ini pemahaman saudara tentang Kristen mungkin seakan sangat jauh dengan iman saudara....Kristen yang berkembang di Indonesia sebagian besar adalah Kristen yang dibawa oleh budaya Eropa, apalagi era modern sekarang ini. Teks pengakuan Iman dalam liturgi berbahasa Arami dalam geraja kuno (gereja mula-mula) yang sekarang dipkaia oleh saudara seiman kita Ortodox Syria di damascus dan Kristen Koptik di timur tengah termasuk arab :
kami percaya kepada satu-satunya Ilah yaitu Allah, Bapa (Al-Wujud, yang berdiri pada Dzat-Nya sendiri) yang Mahakuasa, Khalik Langit dan bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu-satunya Tuhan (Rabb), yaitu "Isa Al-Masih, Putra Allah Yang Tunggal (Akal Allah atau firman yang kekal), yang dilahirkan dari Bapa (Al-Wujud) sebelum segala abad, Terang yang keluar dari sumber Terang, (firman) Allah yang keluar dari (Wujud) Allah, dilahirkan dan bukan diciptakan, yang satu dengan Allah dalam Dzat-Nya yang Esa, yang mellalui-Nya segala sesuatu diciptakan. Untuk kita manusia dan demi keselamatan kita, telah nuzul dari surga, dan dari perawan Maryam yang Suci, Walidatul illah dan telah menjadi Manusia.....dst.....(mohon kiranya gereja-gereja yang selama ini belum menggunakan Pengakuan Iman atau syahadat agar memperbaharui iman kita dengan pengucapan ini, untuk gereja-geraja protestan maupun katolik yang telah memakai pengakuan Iman/syahadat.....semoga senantiasa bisa memperbaharui iman dan mengingatkan kita akan ajaran yang Tauhid

Bongman said...
This comment has been removed by the author.
Bongman said...

Untuk pak Frans D. saran saya, sebagai seorang yg berpendidikan jgnlah menanggapi pernyataan seseorang secara emosional. tahan diri dan sabar dulu, mungkin persoalannya akan menjadi lebih jelas!

kalau mau membela/menjawab pernyataan orang, tujukanlah untuk menjawab pernyataan orang saja,. janganlah menyerang pribadi orang apalagi dengan gegabah menstempeli dengan kata saksi dusta!!! harap hati-hati dalam berbicara, karena semua kata-kata kita akan di tuntut pertanggungan jawab pada hari penghakiman! terima kasih!

M AX UMBU said...

APAKAH ANDA MEMILIKI ALLAH ?

Sampai saat ini dan mungkin sampai batas waktu yang tdk bisa di tentukan, manusia selalu akan berada dalam zona "keliru" terkait identitas Sang "Allah". Siapa itu Allah dan milik siapa itu Allah. Hal ini bisa terjadi dan dimungkinkan karena persepsi yg terlalu kental misi pribadi/pengetahuan pribadi dan mengenyapingkan otoritas "hikmat" utk dapat mengambil peran berbicara.

Jelas,gamblang dan tuntas bahwa Allah yg dimaksud (merasa dimiliki) dalam Alkitab itu bukanlah Allah miliki setiap orang. Karena Allah yg dimaksyd dalam Alkitab itu adalah ALLAHNYA ABRAM, ALLAHNYA YAKUB, ALLAHNYA ISAK. JAdi apaun bentuk pertikaian pendapat yang sekarang ini sudah terlanjur membara di antara pencari kebenaran sudah seharusnya memikirkan hal ini. Adapun Allah yang anda klaim sebagai Allah anda (sekelompok orang/sekte tertentu bukanlah Allah yang anda temukan/beli dari pertikaian sempit). Allahnya Abraham, Allahnya Isak dan Allahnya Yakub itulah yg sekarang "dianggap/di klaim/diwarisi oleh para penganut 3 agama besar dan penting di dunia saat ini). Jadi ABRAM adalah PENEMU ALLAH yg pertama kali di dunia,berikut diwariskan pada Isak dan Yakub (Israel). Jadi perdebatan apapun yang mempertanyakan eksistensi Allah ,maka semuanya harus beralaskan histori yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.

Bagaimana generasi sesudah Abrahan,Isak dan Yakub (Manusia sekarang/era moderen/era agama-agama ) " KEHILANGAN JEJAK " mengidentifikasi , dan lebih jauh mendeskripsikan Allah yang dimaksud dengan tepat seharusnya mendapat porsi yg lebih besar.

SALAH SATU BUKTI-FAKTA EMPIRIK BAHWA YESUS ADALAH ALLAH
ITU SENDIRI.

Kalau kita tanyakan pada para penganut/orang beragama (khususnya 2 agama besar saat ini), "Apakah Yesus betul/benar/terbukti TELAH MEMBANGKITKAN ORANG MATI ???. Maka dengan lantang,yakin dan percaya menjawab "BENAR...!!!".

Padahalnya fakta sesuai PERNTATAAN/PRNGAKUAN/ KESAKSIAN YESUS sendiri ,Ia " T I D A K " membangkitkan orang mati. Yesus HANYA "MEMBANGUNKAN ORANG T I D U R. Kalau demikian siapakah yang melebih-lebihkan/merubah/menyimpangkan fakta itu??. Mungkin anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang selama ini telah bersaksi dusta?. Siapa yang benar dalam hal ini?. Apakah keilahian Yesus menjadi tergerus/melorot karena hal ini?. Jawaban yg tuntas dari peristiwa spiritual ini adalah :

1. Manusia BENAR. Karena menurut manusia orang/anak itu telah MATI.

2. Yesus BENAR. Karena DIA JELAS BUKANLAH MANUSIA (bukan juga sekedar Nabi) karena KEMATIAN yg disaksikan manusia bagi YESUS hanyalah TIDUR belaka. Dan sebagai bukti Keilahiannya Yesus MEMBANGUNKAN/MEMBANGKITKAN anak itu.

Sangat mungkin sebagian orang saat itu mengatakan bahwa orang ini (Yesus) tdk waras (persepsi manusia)?. Manusia yang berani MENANTANG ARUS HUMANISME.
Aku di dalam Dia dan Dia di dalam Aku, barang siapa melihat Aku maka sama ia melihat Bapa (Ia) yg di Surga.


SIAPAKAH YANG MAMPU MEMISAHKAN CAHAYA (TERANG) dari APINYA ???


Oleh: MAX UMBU

Untuk direnungkan

Magur said...

Brother Frans Donald
saya adalah awam namun saya bingung

apakah yang dimaksud dengan perkataan di ayat ini?
Wahyu 1:8
Wahyu 1:18

Keluaran 18:1-6
siapakah 3 orang yang dilihat abraham?
bknkah yang menampakkan diri pada abraham adalah YHWH?

dan kenapa di ayat kedua Abraham sujud sampai ke tanah thdp "Tuan-tuan" itu?

Magur said...

Bolehkah bertanya saya adalah awam
namun saya bingung

apa maksud dari perkataan Yesus
di
Wahyu 1:8
Wahyu 1:18

dan siapakah ketiga orang dalam
Keluaran 18:1-6
bukankah tertulis YHWH yang menampakkan diri?
kenapa yang muncul 3 orang?
dan abraham sujud sampai ke tanah?
Ayat 2 - 3..

Mohon penjelasannya
Terima kasih
GBU

john agus said...

yang punya agama pada ribut mempertahankan keimanannya , ga kaya orang Atheis yg di cap ngga punya agama tapi mereka telah banyak berbuat damai di dunia ini

berita kasih said...

yesus gila...

sindra91 said...

Untuk teman2ku, pelajarilah Islam maka anda Akan menemukan jawabannya, pelajarilah dengan sungguh dengan menemui ahlinya, jangan Dari internet,, Insya Allah diberikan petunjuk....

J U A N D A said...
This comment has been removed by the author.
J U A N D A said...

Untuk Pak Frans Donald CS, sebaiknya Anda membuat Agama Unitarian saja. Tidak perlu mendompleng ke Kristen yang ada. Yang penting: Apakah Anda sudah tahu cara untuk menuju ke Surga? Menurut Alkitab secara gamblang, itu melalui Tuhan Yesus Kristus. Lalu kalau Anda tidak yakin bahwa Tuhan Yesus itu Allah, mengapa Dia bisa membawa orang ke Surga? Allah itu Maha Kuasa. Mengapa mesti dibatasi oleh otak kita yang terbatas ini? Kalau memang Allah berinisiatif menjadi manusia, kenapa mesti tidak terima? Memang munculnya antikristus menurut Alkitab: dari antara orang yang mengaku murid Kristus sebelumnya.Lalu berkhianat.Jadi kalau Anda yakin Unitarian, maka tidak perlu merusak keyakinan Trinitarian.Tx-Gbu

Kris tanto said...

anda belum paham dan tidak paham..
tulisan anda hanyalah luapan emosi tidak mengaju pada argumen yang saudara sangkal dan ini membuktikan bahwa argumen pak bambang adalah kebenaran dan tidak bisa dibantah.

marco balian said...

artikel sakit hati

marco balian said...

artikel sakit hati hahahahah

marco balian said...

artikel sakit hati

Winpay pais said...

Pandangan unitarian menurut saya sebuah pandangan/kepercayaan abu-abu, kayak saksi yehova, yahudi dan islam. Kalo yesus hanya seorang nabi aja mending jadi islam aja pak, katanya agama yg paling up to date,hehehe... Membatasi cara kerja Allah utk mengasihi umat manusia dan pemahaman kekuasaan Allah yang sempit.

biang kala said...

nih sekte sesat = sekte sesat di anggola yang di beredel oleh pemerintah setempat.

biang kala said...

nih sekte sesat = sekte sesat di anggola yang di beredel oleh pemerintah setempat.

black spider said...

utk Frans donald ... apa yg dikatakan bpk bambang ada benarnya dan andalah penipunya karena apa ??? karena anda mencoba menyamakan atau mau mencoba membaurkan antara islam dan kristen

stefanus sugiyono said...

To frans..
Dengan Cara Apa dan Kapan LOGOS Allah atau Pikiran Allah atau Perasaan Allah. Atau Kehendak Allah DICIPTA ?
Logos..logic Firman..
L

king alex said...

Perbedaan yg sangat fundamental antara islam dan kristen adalah tentang keilahian yesus. Islam menganggap yesus hanya sebagai nabi atau rasul kristen meyakini yesus adalah Tuhan jd itu ibarat air dan minyak yg tidak mungkin bs bersatu. Mr frans silakan tentukan pilihan yg mana jgn mengaku kristen tp tidak mengakui Yesus sbg Tuhan.